Liverpool Kalahkan Arsenal di Laga Sengit

Tendangan bebas Dominik Szoboszlai berhasil membobol gawang Arsenal.

LIVERPOOL – Liverpool menangi duel sengit kontra Arsenal dengan skor 1-0 yang berlangsung di  Anfield, Minggu (31/8) dinihari WIB.  Gol kemenangan si Merah dibuat Dominik Szoboszlai.

Tuan rumah harus menunggu hingga 10 menit terakhir untuk mendapat gol kemenangan dari free kick Szoboszlai.  Padahal di pertandingan itu Liverpool selaku tuan rumah menguasai bola lebih banyak sejak awal. Tapi, mereka kesulitan menembus pertahanan Arsenal.

Arsenal harus kehilangan William Saliba di menit kelima karena mengalami cedera dan digantikan debutan Cristhian Mosquera. Meski tanpa Saliba, Arsenal masih bermain solid di lini belakang.

Kemenangan ini menjadi bukti kerja keras dan ketangguhan mentalitas tim racikan Arne Slot. Hasil ini sekaligus memberi kekalahan pertama bagi Arsenal musim ini, di tengah ambisi mereka menyingkirkan Liverpool dari takhta setelah belanja besar mencapai 260 juta Pound (sekitar Rp5,7 triliun) pada bursa transfer musim panas.

Slot menekankan bahwa kunci utama kemenangan kali ini bukan hanya strategi, melainkan sikap tim yang pantang menyerah. “Yang paling saya banggakan adalah mentalitas tim ini. Kami mendatangkan banyak pemain baru, lalu memulai musim menghadapi Bournemouth, tandang ke Newcastle, dan langsung menjamu Arsenal di kandang. Itu jelas termasuk tiga atau empat laga tersulit musim ini, tapi sejauh ini kami mampu melaluinya dengan baik,”  kata Slot.

Meski mengakui performa timnya masih jauh dari sempurna,   manajer asal Belanda menilai para pemainnya menunjukkan etos kerja luar biasa. “Kami tidak sempurna, tapi semua orang di tim ini mau bekerja keras untuk mengamankan hasil,” kata Slot kepada Sky Sports.

Slot juga berseloroh bahwa pendekatan ‘main aman’  di babak pertama sebagai respons atas kritik terhadap timnya. Sebelumnya Liverpool disebut main terlalu terbuka sehingga kebobolan empat gol dalam dua pertandingan.

“Setelah mendengarkan Jamie (Carragher), dia berpikir kami bermain terlalu terbuka lawan Bournemouth jadi kami berpikir untuk membuat pertandingannya membosankan. Jawaban lebih seriusnya, mereka mengambil risiko memainkan pressing satu per satu pemain, ini sulit karena mereka mendorong seluruh gelandang sangat dekat ke pertahanan,” kata Slot.

Namun ia menegaskan bahwa di babak kedua, segalanya berubah. “Lalu di babak kedua kami bermain satu lawan satu juga, tapi dengan Szoboszlai bermain rapat dengan tiga gelandang. Di babak kedua kami menekan dengan sangat baik, jadi menurut saya setelah 45 menit yang pertama kami punya keuntungan di lapangan. Pada akhirnya kami membutuhkan satu momen ajaib,”  ujarnya.

Ia juga memberikan pujian untuk Szoboszlai. Pada menit ke-83, Szoboszlai menendang  dari jarak 30 yard,  Bola melengkung ke pojok tanpa bisa dijangkau David Raya dan membentur tiang sebelum jadi gol.

“Saya baru bekerja dengannya sekitar semusim lebih sedikit, tapi dia sudah menunjukkan dirinya Liverpool banget. Dia selalu memberikan yang terbaik, tidak peduli main di sayap kanan, full back kanan, nomor 10. Lagi-lagi dia luar biasa hari ini,” tuturnya.

Gol Szoboszlai boleh dibilang sudah lama dinantikan Liverpool dan fansnya, mengingat mereka sudah hampir sedekade tidak bikin gol dari sepakan bebas langsungTerakhir dibuat Philippe Coutinho saat menghadapi Arsenal pada Agustus 2016. Saat itu Liverpool menang 4-3 di Emirates Stadium.

“Untungnya kami sudah berlatih sepakan bebas seperti ini. Saya merasa ini sedikit terlalu jauh. Tapi saya siap ambil risiko. Saya yakin dengan kemampuan saya, saya coba saja, akhirnya saya bisa mencetak gol tendangan bebas,” ujar Szoboszlai di Sky Sports.

Di laga itu, Arsenal kesulitan menghadirkan banyak ancaman. Situs Premier League mencatat, Meriam London  hanya membuat satu shot on target sepanjang laga dari 11 tembakan.

Arsenal turun tanpa gelandang serang di laga itu. Mikel Arteta menaruh Declan Rice, Martin Zubimendi,dan Mikel Merino di tengah, menyokong Noni Madueke, Gabriel Martinelli, dan Viktor Gyokeres.

Dengan formasi itu,  Arteta dinilai ‘bermain aman’ dan cuma berharap dari bola-bola mati, yang jadi andalan Arsenal selama ini. Namun manajer asal Spanyol itu membantahnya.

“Kami tidak menjalankan strategi kami untuk membuat mereka frustrasi, kami melakukannya untuk menang. Saya pikir kami meningkatkan level permainan dan dominasi hingga titik di mana mereka harus menaikkan levelnya, dan mereka melakukannya, terutama dari menit ke-60 hingga ke-78, saat itu Anda bisa melihat bahwa tidak ada margin dalam permainan. Mereka menciptakan momen yang luar biasa, yang memenangkan pertandingan, dan itulah perbedaannya, tidak ada yang lain,” kata Arteta.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *