JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (27/3) sore, seiring dengan keraguan investor akan meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
IHSG ditutup melemah 67,03 poin atau 0,94 persen ke posisi 7.097,06. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 12,77 poin atau 1,75 persen ke posisi 718,96.
Sepanjang Jumat, IHSG dibuka melemah, bergerak di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang naik sebesar 0,34 persen, diikuti oleh sektor kesehatan yang naik sebesar 0,15 persen.
Sedangkan sembilan melemah yaitu sektor industri turun paling dalam sebesar 1,20 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor teknologi yang turun masing-masing sebesar 0,97 persen dan 0,82 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu NZIA, SOHO, CBPE, FMII dan NETV. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni FITT, FUJI, KUAS, APLI dan BESS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.393.686 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,80 miliar lembar saham senilai Rp11,77 triliun. Sebanyak 274 saham naik, 379 saham menurun, dan 167 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain Indeks Nikkei melemah 45,15 poin atau 0,08 persen ke 53.558,50, indeks Shanghai menguat 24,64 poin atau 0,63 persen ke 3.913,72, indeks Hang Seng menguat 95,45 poin atau 0,38 persen ke posisi 24.951,88 dan indeks Straits Times menguat 10,42 poin atau 0,21 persen ke posisi 4.898,18.***
