JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Senin (12/1) sore, seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar di tengah minimnya katalis baru.
IHSG ditutup melemah 52,03 poin atau 0,58 persen ke posisi 8.884,71. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,43 poin atau 0,17 persen ke posisi 866,55.
Sepanjang Senin, IHSG dibuka menguat, bergerak di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 2,81 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor transportasi & logistik yang naik masing-masing sebesar 2,54 persen dan 2,26 persen.
Sedangkan, lima sektor melemah yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 0,94 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor keuangan yang turun masing-masing sebesar 0,81 persen dan 0,64 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MSKY, DKHH, KPIG, APLN dan SOCI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HILL, NRCA, IRSX, DOOH dan PBSA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 5.072.603 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 74,40 miliar lembar saham senilai Rp40,10 triliun. Sebanyak 279 saham naik, 435 saham menurun, dan 97 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Hang Seng menguat 376,69 poin atau 1,44 persen ke 26.608,48, indeks Shanghai menguat 44,85 poin atau 1,09 persen ke 4.165,29, dan indeks Strait Times menguat 22,11 poin atau 0,47 persen ke 4.766,77.
Sementara itu, indeks Nikkei (Jepang) libur memperingati hari libur nasional negara tersebut.***
