Diunggulkan, Timnas Swiss Tidak Mau Remehkan Qatar 

Granit Xhaka, Pemain Timnas Swiss.

CALIFORNIA –  Timnas Swiss akan berhadapan dengan Qatar  pada laga Grup B Piala Dunia 2026 yang digelar di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, Amerika Serikat, Minggu (14/6) pukul 02.00 WIB. Swiss tak mau meremehkan tim asal Asia tersebut.

            Swiss merupakan salah satu tim paling konsisten dari Eropa dalam satu dekade terakhir. Di atas kertas,  mereka lebih diunggulkan.  Banyak analis menilai Swiss sebagai favorit utama untuk menjuarai grup, sementara perebutan posisi kedua diperkirakan berlangsung ketat antara Kanada, Bosnia-Herzegovina dan Qatar.

            Swiss datang ke turnamen ini dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Murat Yakin lolos ke Piala Dunia melalui kampanye kualifikasi yang impresif dan tidak terkalahkan. Mereka juga hanya kebobolan dua gol sepanjang fase kualifikasi.

Swiss masih mengandalkan kapten Granit Xhaka sebagai motor permainan. Selain itu terdapat Manuel Akanji, Remo Freuler, Dan Ndoye, Noah Okafor, hingga Johan Manzambi yang menjadi kombinasi pengalaman dan energi muda dalam skuad mereka.

Pelatih Swiss Murat Yakin optimis dengan kekuatan timnya. “Kami adalah tim yang kompak dan telah bersama untuk beberapa waktu. Kami memiliki banyak pemain berpengalaman yang bermain untuk klub-klub besar dan tahu apa yang dipertaruhkan. Jelas sangat luar biasa bisa berada di sini. Kami adalah tim yang solid, dan kami menikmati saat-saat bermain sepak bola. Kami mendapatkan tempat kami di Piala Dunia dengan penampilan yang bertahap dalam tiap pertandingan,” kata Yakin di laman  FIFA.

Hanya Yakin meminta timnya untuk tidak meremehkan Qatar. “Pertandingan Piala Dunia semuanya berat. Kami tidak boleh meremehkan tim lawan termasuk Qatar. Mereka tim kuat dari Asia,” kata Yakin.

Granit Xhaka meminta rekan-rekannya untuk fokuas ke laga. “Laga nanti sulit diprediksi, karena Qatar juga sangat kuat. Mereka memiliki sejumlah pemain yang berbahaya. Kami harus waspada dan selalu fokus,” kata Xhaka.

Di sisi lain,  Qatar datang dengan modal sebagai juara Piala Asia dan memiliki ambisi menghapus kenangan buruk saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, ketika mereka gagal meraih satu poin pun dari tiga pertandingan fase grup.

Qatar berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menjadi juara Grup A pada putaran akhir kualifikasi Asia.

Di kubu Qatar, perhatian tertuju kepada Akram Afif. Penyerang berusia 29 tahun itu menjadi pemain paling berbahaya dalam skuad Julen Lopetegui dan merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang kualifikasi AFC.

Lopetegui diperkirakan akan menerapkan strategi bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat yang dipimpin Afif. Taktik tersebut terbukti efektif saat Qatar menjuarai Asia dalam beberapa tahun terakhir.

Jelang laga nanti, Lopetegui meminta timnya untuk tampil dengan percaya diri. “Pemain harus percaya diri.  Melawan Swiss  tentu tantangannya berat, mereka langganan Piala Dunia. Tetapi kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik,” kata  Lopetegui.

Kedua tim jarang bertemu. Berdasarkan catatan pertandingan internasional, Qatar pernah mengalahkan Swiss dengan skor 1-0 dalam laga persahabatan pada November 2018. Itu menjadi satu-satunya kemenangan Qatar atas Swiss yang tercatat dalam pertemuan modern kedua negara.

Meski demikian, kondisi saat ini jauh berbeda. Swiss berkembang menjadi salah satu tim paling stabil di Eropa, sementara Qatar masih berusaha membuktikan diri mampu bersaing di level dunia.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *