Crystal Palace Raih Trofi Community Shield 2025

Skuad Crystal Palace mengangkat trofi Community Shield 2025.

LONDON – Liverpool kena comeback Crystal Palace sehingga skor 2-2 menandai akhir waktu normal. Laga Community Shield 2025 itu  dimenangi the Eagles melalui adu penalti.

Laga  kedua tim berlangsung di Stadion Wembley, London, pada Minggu (10/8) malam WIB. Gol-gol the Reds diciptakan Hugo Ekitike dan Jeremie Frimpong, sedangkan Crystal Palace membalas lewat Jean-Philippe Mateta (penalti) dan Ismaila Sarr.

Di babak adu penalti,  hanya dua penendang penalti Liverpool yang berhasil mengonversi dari titik 12 pas, yaitu Cody Gakpo dan Dominik Szoboszlai. Sedangkan tiga pemain Crystal Palace yang sukses melaksanakan tugasnya adalah Jean-Philippe Mateta, Ismaila Sarr dan Justin Devenny.

Crystal Palace amat berjodoh dengan Stadion Wembley di tahun 2025. The Eagles berhasil meraih dua trofi dengan mengalahkan dua tim raksasa Inggris.

Ini menjadi trofi Community Shield pertama buat Crystal Palace. The Eagles baru pertama tampil di Community Shield setelah berhasil merengkuh trofi Piala FA 2025, trofi pertama klub dalam sejarah.

Crystal Palace jadi kampiun Piala FA setelah mengalahkan Manchester City di partai final. Babak pamungkas turnamen sepakbola tertua di dunia itu juga berlangsung pada 17 Mei 2025 di Stadion Wembley.

Artinya, Crystal Palace berhasil angkat dua trofi berbeda setelah bermain dua kali di Stadion Wembley. Klub asal London itu bahkan mengalahkan Liverpool selaku kampiun Liga Inggris 2024/2025, serta Man City yang jadi juara Premier League empat musim sebelumnya.

Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, amat puas timnya bisa dua kali angkat trofi di Stadion Wembley. Menurutnya kemenangan atas Liverpool di Community Shield bisa mendongkrak kepercayaan diri skuad asuhannya menuju musim baru Liga Inggris.

“Saya suka (juara lagi di Wembley). Saya harus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemain atas kemenangan ini. Kami bangkit dan mampu menentukan hasil pertandingan melalui adu penalti. Kami berada di level yang sama dengan Liverpool dan itu penampilan yang luar biasa. Saya bangga dengan tim ini,” kata Glasner dikutip dari BBC.

Dean Henderson jadi salah satu kunci sukses Crystal Palace  Mantan kiper Manchester United itu berhasil menepis tembakan 12 pas Alexis Mac Allister dan Harvey Elliot, yang jadi penendang kedua dan keempat Liverpool.

Aksi heroik serupa pernah dilakukan Henderson di final Piala FA, hanya tiga bulan silam. Henderson sukses menghalau penalti Omar Marmoush dalam kemenangan Crystal Palace 1-0 atas Manchester City.

“Rasanya luar biasa karena bisa mengalahkan Liverpool. Datang ke sini mereka berstatus sebagai favorit, mereka punya pemain-pemain luar biasa dan sebuah tim yang bagus. Namun, kami memenangi dua trofi dalam tiga bulan untuk klub ini dan ini adalah momen yang sangat menakjubkan dalam sejarah klub ini,” ucap Henderson  kepada TNT Sports.

Liverpool sebenarnya tampil dominan di laga ini. Mereka mencatatkan 60 persen penguasaan bola dibanding The Eagles yang hanya 40 persen The Reds juga tampil menekan dengan melepas 12 tembakan dengan lima mengarah ke gawang. Namun, lini belakang Si Merah tampil rapuh di laga ini.

Palace bisa bikin 14 tembakan, empat di antaranya mengarah ke gawang serta dua berbuah gol. Mereka mampu melakukan hal itu meski tak banyak menguasai bola.

Manajer Liverpool Arne Slot mengakui bahwa lini belakang memang menjadi titik lemah tim asuhannya di laga ini. Padahal pada musim lalu, kukuhnya barisan belakang jadi salah satu kunci Liverpool juara Liga Inggris. Manajer asal Belanda ini tentu harus segera memperbaiki kelemahan ini.

“Kami kebobolan empat gol melawan Milan, satu gol melawan tim Jepang (Yokohama F. Marinos), dua gol melawan (Athletic Club) Bilbao, dan dua gol lagi hari ini. Yang membuat kami sangat kuat musim lalu adalah kami hanya menang dengan selisih satu gol, dan itu sebagian besar karena kami menjaga clean sheet atau maksimal kebobolan satu gol. Hari ini kami mencetak dua gol melawan Palace, musim lalu kami tidak mampu melakukannya sekali pun – kami mengalahkan mereka 1-0 dan kami bermain imbang 1-1 di Anfield. Itu sisi positifnya,” ujar Slot dikutip dari situs Liverpool.

Kapten Virgil van Dijk mengatakan, ini bukan start bagus Liverpool. “Pastinya kami kalah, jadi ini bukanlah sebuah start yang bagus, tapi kami akan harus menjalani satu demi satu pertandingan. Ini adalah pola pikirnya, dan selama ini demikian. Ini akan jadi sebuah musim yang sangat intens di semua kompetisi, dan kami harus siap untuk menunjukkan kualitas kami di dalam hal itu,”  kata Van Dijk kepada ESPN.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *