Chelsea Singkirkan Napoli dari Liga Champions

Sukacita pemain Chelsea saat mengalahkan Napoli.

NAPLES – Chelsea mengalahkan tuan rumah Napoli 3-2 dalam matchday pamungkas fase grup Liga Champions di Stadion Diego Armando Maradona, Kamis (29/1) dini hari WIB. The Blues langsung lolos ke 16 besar, sedangkan Napoli tersingkir.

Chelsea langsung memimpin di menit ke-19. Handball Juan Jesus di kotak penalti memaksa wasit menunjuk titik putih. Enzo Fernandez selaku penendang sukses membobol kiper Alex Meret.

Namun Napoli mampu unggul 2-1 sebelum jeda. Pada menit ke-33, Antonio Vergara melakukan aksi individu menerobos kotak penalti dengan melewati dua pemain Chelsea dan diakhiri dengan sepakan terukur ke sudut kanan gawang yang tak bisa dibendung Robert Sanchez.

10 menit berselang, giliran Rasmus Hojlund yang mencetak gol. Striker Denmark itu menyambar umpan silang mendatar dari Mathias Olivera dengan satu tembakan keras yang menggetarkan sudut kiri gawang Chelsea.

Di babak kedua, Chelsea berhasil menyamakan skor di menit ke-61. Tembakan jarak jauh Joao Pedro usai menerima umpan Cole Palmer bersarang telak di sudut kanan atas gawang Napoli tanpa bisa dijangkau Meret.

Lantas tim tamu berbalik unggul di menit ke-82. Joao Pedro menggiring bola dari tengah lapangan usai menerima umpan terobosan Palmer. Ia lalu masuk ke kotak penalti Napoli dan mengakhiri aksinya dengan tembakan mendatar ke sudut kiri gawang Meret.

Chelsea pun finis di urutan enam dengan 16 poin, sedangkan Napoli finis di urutan 30 dengan delapan poin saja dari delapan laga.

Manajer Chelsea Liam Rosenior  memuji para pemain penggantinya yang berperan besar dalam kemenangan ini. Setelah memulai pertandingan dengan formasi tiga bek yang agak aneh, Rosenior terus melakukan penyesuaian hingga menemukan formasi yang tepat.

Perubahan kunci terjadi setelah satu jam, ketika Chelsea kembali ke formasi empat bek, yang membuat mereka lebih stabil dan nyaman dalam pertahanan. “Sangat penting untuk lolos dalam kompetisi ini. Dalam konteks musim dan waktu di lapangan dengan para pemain, ini akan sangat membantu. Saya belum punya banyak waktu, itu bukan alasan, itu fakta. Saya memiliki pemain luar biasa, kelompok yang saya percayai dan saya telah memberitahu mereka hal itu. Pemain pengganti selalu membuat perbedaan dalam pertandingan besar,”  kata Rosenior kepada TNT Sport.

Rosenior juga menyebut Jamie Gittens sebagai pembeda dalam laga. Gittens masuk pada menit ke-59 menggantikan Andrey Santos. Kehadiran Gittens dinilai memberi dampak signifikan meski dua gol lahir dari assist Cole Palmer.

“Saya terus belajar tentang tim saya, tentang apa yang mampu kami lakukan. Saya benar-benar ingin bermain menyerang. Saya ingin keluar dan memenangkan pertandingan. Jamie Gittens masuk dan membuat perbedaan besar. Saya memiliki pemain-pemain luar biasa. Saya memiliki sebuah tim dan saya mempercayai mereka. Saya sudah mengatakan itu kepada mereka,”  tegas Rosenior.

Pedro mengungkap pesan Rosenior saat jeda. Pemain-pemain Si Biru diminta bermain tenang. “Pelatih mengatakan (saat jeda) agar kami tetap tenang dan mencoba menerapkan gaya permainan kami di lapangan. Babak kedua pertandingan berjalan lebih terbuka. Cole (Palmer) adalah pemain luar biasa saat berada di lapangan-dia pemain yang istimewa. Hasil ini sangat positif bagi kami karena banyak orang yang meragukan kami. Saya rasa kami menunjukkan kekuatan kami. Sekarang kami perlu beristirahat dan mulai fokus pada Premier League,”  kata Pedro di TNT Sport.

Di sisi lain,  hasil  ini memperpanjang rekor buruk pelatih Antonio Conte di kancah Eropa. Selama ini, Conte dikenal sebagai pelatih jago kandang. Meski memenangi enam gelar liga bersama Juventus, Chelsea, Inter dan Napoli, namun kiprahnya saat memimpin tim di Liga Champions jauh dari istimewa.

Capaian terbaiknya adalah menembus perempatfinal Liga Champions bersama Juventus pada musim 2012-13, atau sudah hampir 13 tahun lalu. Sejak itu, ia selalu gagal melangkah jauh.

Saat melatih Chelsea, Conte hanya sampai 16 besar Liga Champions pada musim 2017-18. Di Inter, ia terhenti di fase grup musim 2019-20 meski lolos hingga ke final Liga Europa. Lalu di Napoli, hasil buruk kembali hadir.

Kini, Napoli gagal lolos ke fase gugur. Scott McTominay dan kolega hanya meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan empat kali tumbang.

Meski tersingkir, Conte mengaku tetap bangga pada penampilan pemainnya.  “Perbedaan (kedua tim) adalah penyelesaian akhir, mereka jauh lebih akurat dan klinis di depan gawang. Saya bangga dan puas, karena meski kehilangan lebih dari setengah skuad, kami bermain, jika bukan di level yang sama, bahkan lebih baik daripada Chelsea, dan pantas mendapatkan hasil yang jauh lebih baik,”  ujar Conte kepada Sky Sport Italia.

Dengan demikian, tim-tim yang lolos langsung ke 16 Besar adalah  Arsenal,  Bayern Munich,  Liverpool,  Tottenham Hotspur,  Barcelona,  Chelsea,  Sporting CP dan  Manchester City.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *