Enzo Fernandez melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur.
LONDON – Chelsea berhasil mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0 dalam Derby London yang berlangsung di Stamford Bridge, Jumat (4/3) dinihari WIB. Gol tunggal kemenangan The Blues dibuat Enzo Fernandez di menit ke-50.
Kemenangan ini membawa Chelsea menembus empat besar dengan 52 angka. Mereka unggul satu angka dari Manchester City di posisi kelima. Sementara, Tottenham masih terpuruk di peringkat ke-15. Mereka mengumpulkan 34 poin.
Tensi panas pertandingan sempat membuat kedua tim bersitegang jelang akhir babak pertama. Pelanggaran terhadap Levi Colwill oleh Cristian Romero memicu keributan di lapangan.
Beberapa pemain tampak bergumul hingga harus dipisahkan. Pemain Chelsea, Trevoh Chalobah, diganjar kartu kuning akibat keributan tersebut.
Colwill angkat bicara mengenai keributan yang terjadi. Menurutnya pertandingan berjalan sulit, meski akhirnya timnya berhasil meraih kemenangan.
“Itu sulit di lapangan, tapi ini berarti segalanya bagi saya, tim dan khususnya para penggemar. Fans luar biasa di tribun, mereka membantu kami melewati ini. Mereka memberi tekanan kepada para penggemar Tottenham dan itulah yang kami butuhkan. Itu memberi kami tambahan 10 menit, berlari di akhir pertandingan, dan pemain bersemangat karenanya. Itu luar biasa,” kata Colwill, dilansir dari BBC.
Manajer Chelsea, Enzo Maresca, sangat puas dengan kemenangan tim asuhannya. Ia menilai The Blues sangat dominan di sepanjang laga kecuali di menit akhir.
“Saya pikir selama 90 menit, hingga waktu tambahan, kami memegang kendali, kami menciptakan cukup banyak peluang untuk memenangkan pertandingan. Kami menciptakan cukup banyak peluang di babak pertama,” ujar Maresca dikutip dari situs Chelsea.
Ia menegaskan bahwa tertekanannya Chelsea di menit akhir murni karena kesalahan dilakukannya. Hal tersebut karena Maresca terlalu cepat mengganti pemain untuk mengamankan keunggulan. Ia tak menyangka bahwa tambahan waktu begitu panjang hingga 12 menit.
“Sejujurnya, itu mungkin kesalahan saya karena saya melakukan perubahan sebelum saya melihat waktu tambahan dan, ketika saya melihat itu adalah 12 menit, saya pikir mungkin terlalu dini untuk melakukan perubahan seperti itu. Untungnya kami memenangkan pertandingan dan kami senang,” jelasnya.
Sementara manajer Spurs, Ange Postecoglou, mengecam kinerja video assistant referee (VAR) di laga ini. Tottenham sedianya mampu menyamakan kedudukan di menit ke-69 lewat gol Pape Matar Sarr. Namun, gol itu dianulir setelah adanya tinjauan ulang dari VAR.
Butuh waktu lama bagi wasit dan VAR untuk mengambil keputusan menganulir gol Sarr. Hal itu yang membuat Postecoglou jengkel dan menuding VAR merusak pertandingan.
“Lihat, ini menghancurkan pertandingan. Ini bukan permainan yang sama sebelumnya. Anda tak tahu apa yang akan Anda dapatkan. Anda berdiri selama 12 menit. Ini menghancurkan permainan. Namun, tidak ada yang peduli tentang itu. Saya pikir semua orang menyukai drama, kontroversi. Saya yakin akan ada diskusi selama 24 jam mengenai hal ini, saya rasa itulah yang diinginkan semua orang. Itu merusak tontonan pertandingan. Jika wasit melihat itu dan perlu melihatnya selama enam menit, beri tahu saya apa yang jelas dan nyata tentang hal itu,” kata Postecoglou dilansir dari ESPN.
Hasil ini menjadi kekalahan ketiga Tottenham Hotspur dari lima laga terakhir. Son Heung-min cs tertahan di urutan ke-14 klasemen Liga Inggris dengan 34 poin.***
