Chelsea Melangkah ke Final

Joao Pedro dielukan oleh  dua rekannya usai mencetak gol ke gawang Fluminense.

NEW JERSEY – Chelsea melangkah ke final Piala Dunia Antarklub 2025 usai mengalahkan  Fluminense 2-0 pada laga semifinal di MetLife Stadium, Rabu (9/7) dini hari WIB.

The Blues memasang Joao Pedro sebagai starter. Di sepuluh menit awal, beberapa percobaan dilakukan Chelsea. Marc Cucurella dan Enzo Fernandez menghadirkan beberapa ancaman ke gawang Fluminense.

Upaya Chelsea berhasil di menit ke-18 saat Joao Pedro, stiker barunya, membukukan gol indah lewat sepakan keras dari luar kotak penalti dan membawa keunggulan 1-0.

Usai memimpin, Chelsea makin nyaman memegang kendali permainan. Fluminense juga kesulitan menekan. Di menit ke-34, Fluminense sempat nyaris dapat penalti, usai Ignacio dilanggar Joao Pedro. VAR menunjukkan pelanggaran masih terjadi di luar garis, dan bukan penalti.

Di menit ke-56, Joao Pedro kembali unjuk gigi. Pemain yang baru dibeli dari Brighton & Hove Albion itu mencetak gol keduanya. Kali ini ia melepaskan shot keras dari dalam kotak penalti, usai membawa bolanya sendirian ke area itu dalam skema serangan balik cepat.

Chelsea tampil dominan. Mereka mencatatkan 54 persen penguasaan bola dibanding 46 persen milik lawan. Chelsea juga mampu melepas 17 tembakan dengan lima mengarah ke gawang. Sementara, Fluminense hanya bisa bikin tiga tembakan ke arah gawang dari 12 percobaan.

Manajer Chelsea Enzo Maresca puas dengan performa timnya.  “Ini pencapaian yang hebat. Musim ini fantastis; finis empat besar Liga Inggris, juara Conference League dan kini lolos ke final kompetisi ini. Kami sangat, sangat bahagia,” kata Maresca kepada Dazn.

Maresca memuji penampilan Joao Pedro, yang langsung memberikan dampak dalam pertandingan pertamanya bersama The Blues. “Kami tahu kami punya pemain yang mampu melakukan hal itu. Kami harus membantu mereka berada di posisi yang tepat, dan Joao membuktikan kemampuannya.  Kini kami siap melakoni laga final. Siapa pun yang kami hadapi, tentu mereka sangat kuat,” tegas Maresca.

Joao Pedro tampil cemerlang.  Atas performanya, ia langsung menyabet gelar Man of the Match. Ia juga kini berpeluang memenangkan trofi perdananya bersama Chelsea.

Fluminense, klub pertama Pedro, harus tersingkir oleh bekas pemainnya sendiri. Penyerang 23 tahun itu memang bekas anak didik Fluzao. Joao Pedro menimba ilmu di Fluminense sejak usia 9 tahun. Pada 2019, ia akhirnya naik ke tim senior dan main di Liga Brasil, dengan catatan 37 laga dan bikin 10 gol.

Kemudian, Pedro mulai berkelana ke Eropa. Dari Watford, Brighton & Hove Albion, dan kini pindah ke Chelsea. “Mereka (Fluminense) memberikan segalanya kepada saya. Mereka memperlihatkan saya kepada dunia. Saya di sini karena mereka yakin pada saya. Saya sangat bersyukur, tapi inilah sepakbola. Saya harus profesional. Saya sedih, tapi saya harus melakukan pekerjaan saya,”  kata Pedro, melansir ESPN.

Sementara pelatih FluminenseRenato Portaluppi, menyesalkan keputusan wasit yang menganulir penalti bagi timnya.  “Jika kami mendapat penalti itu, kami pasti mencetak gol, dan ceritanya akan berbeda,” ujar Portaluppi.

Momen krusial itu terjadi sekitar sepuluh menit sebelum turun minum ketika Fluminense tertinggal satu gol. Bola hasil tendangan bebas Rene mengenai tangan Trevoh Chalobah di dalam kotak penalti dan wasit asal Prancis Francois Letexier sempat menunjuk titik putih. Namun, setelah meninjau ulang lewat VAR, keputusan itu dibatalkan.

Fluminense sendiri tampil sebagai tim kuda hitam dalam turnamen ini. Terlebih, mereka berbekal modal dan status yang jauh lebih kecil dibanding tiga semifinalis lainnya seperti Chelsea, Real Madrid dan PSG. Portaluppi bahkan menggambarkan timnya bak anak itik buruk rupa di turnamen.

“Ini adalah Piala Dunia Antarklub yang luar biasa. Tidak ada gunanya meratapi sesuatu yang sudah lewat. Kami ingin lolos ke final demi para pendukung kami, tapi kami pulang dengan kepala tegak dan kembali ke realitas kami dengan lebih kuat dari sebelumnya,” ujarnya.

Bek Fluminense Thiago Silva menyesalkan kekalahan timnya. “Saya sangat sedih, ini begitu sulit untuk diungkapkan. Kami datang untuk meraih kemenangan. Kami percaya itu. Tapi sayangnya hal itu tak terjadi,” kata Silva dikutip dari laman resmi FIFA.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *