BKPM Catat Lonjakan Investasi di Sektor Hilirisasi Triwulan III 2025 Rp150 Triliun

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani.

JAKARTA – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat adanya lonjakan investasi di sektor hilirisasi pada triwulan III 2025 mencapai Rp150,6 triliun atau naik 64,6 persen secara tahunan di periode yang sama (year on year/yoy).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan investasi yang masuk ke sektor hilirisasi ini berkontribusi 30,6 persen terhadap total investasi triwulan III yang mencapai Rp491,4 triliun.

“Investasi hilirisasi terbesar berasal dari mineral yang mencapai Rp97,8 triliun, hilirisasi perkebunan dan kehutanan Rp35,9 triliun, investasi hilirisasi sektor minyak dan gas bumi Rp15,4 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp1,5 triliun,” kata Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/10).

‎Sementara wilayah dengan investasi hilirisasi tertinggi yakni Sulawesi Tengah Rp28,7 triliun, Nusa Tenggara Barat (NTB) Rp14,1 triliun, Jawa Barat Rp15 triliun, Maluku Utara Rp14,3 triliun, dan Jawa Timur Rp9,8 triliun.

BKPM mencatat bahwa realisasi investasi bidang hilirisasi pada Januari-September 2025 mencapai Rp431,4 triliun, naik 58,1 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan dominasi hilirisasi di proyek mineral dan Perkebunan.

‎Investasi terbesar tetap berada di Sulawesi Tengah Rp84,2 triliun, Maluku Utara Rp48,2 triliun, Jawa Barat Rp43,7 triliun, NTB Rp32 triliun, serta Jawa Timur Rp28 triliun. ‎”Tetap memang masih didominasi oleh hilirisasi mineral, dalam hal ini nikel. Karena kita memang penghasil, reserve nikel terbesar,” ujar Rosan.

‎Dia menilai capaian ini menjadi bukti komitmen Indonesia dalam memperkuat industrialisasi berbasis sumber daya alam serta mendukung transisi energi dan ekonomi hijau.

Di  sisi lain investasi yang masuk ke tanah air pada triwulan III 2025 mencapai Rp491,4 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 696.478 orang.

Rosan menyatakan angka ini tumbuh 13,9 persen dibanding periode sama tahun lalu (year-on-year/YoY), serta capaian ini setara dengan 25,8 persen dari target nasional 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun.

“Ini sudah sesuai dengan apa yang kami rencanakan,” ucap Rosan. Rosan menjelaskan dari total investasi triwulan III, penanaman modal dalam negeri (PMDN) menyumbang Rp279,4 triliun atau 56,9 persen, sedangkan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp212,0 triliun atau 43,1 persen.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *