Belanda Kehilangan Daya Gedor

Laga Belanda melawan Maroko.

MONTERREY – Belanda tersingkir dari ajang Piala Dunia 2026. Dalam babak 32 besar yang berlangsung di Stadion BBVA, Monterrey, Selasa (30/6) pagi WIB, Tim Oranje menyerah kalah dari wakil Afrika, Maroko lewat adu penalti.

Belanda sebetulnya nyaris memenangkan laga setelah memimpin lewat gol Cody Gakpo menit ke-72, tetapi kemenangan mereka raib pada menit pertama waktu tambahan lewat Issa Diop. Skor 1-1 bertahan hingga bubaran, bahkan 2×15 menit babak tambahan waktu, memaksa pemenang ditentukan lewat adu penalti.

Dalam adu penalti tiga penendang Belanda yakni Justin Kluivert, Quentin Timber dan Crysencio Summerville gagal menuntaskan tugasnya, sebaliknya dari Maroko hanya Neil El Aynaoui dan Achraf Hakimi yang gagal.

Keputusan Ronald Koeman memainkan lima bek menuai sorotan tajam. Hal itu membuat mereka  kehilangan daya gedor.  “Dengan pendekatan bertahan ini, kami kebobolan jauh lebih sedikit daripada saat fase grup. Itu sebuah hal positif, tetapi kami juga memang menjadi kurang ofensif,” ujar Koeman memberikan alasan.

Mantan pemain dan  pelatih Barcelona itu bahkan menegaskan, jika diberi kesempatan mengulang pertandingan, ia tetap akan menggunakan taktik yang sama. “Anda bisa memikirkan taktik apa pun yang Anda suka. Kalau saya harus melakukannya lagi, saya akan memilih cara yang sama,” tegasnya.

Hasil ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi kapten Virgil van Dijk. Bek Liverpool itu mengaku timnya sebenarnya sudah menjalankan rencana permainan dengan baik. “Rencana permainan berjalan dengan baik. Pada akhirnya, di waktu tambahan, kami terdesak. Kemudian berlanjut ke adu penalty. Sayangnya, kami tersingkir,” ujar Van Dijk dikutip Reuters.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *