BARCELONA – Laga Barcelona kontra Borussia Dortmund pada babak perempat final Liga Champions (UCL) 2024/2025 bakal seru. Duel leg 1 kedua tim dilangsungkan di Estadio Olímpico Lluis Companys, Kamis (10/4) dinihari WIB.
Barcelona punya catatan istimewa. Skuad besutan Hansi Flick belum pernah kalah sepanjang tahun 2025. Ketika babak 16 besar UCL 2024/2025, Barca unggul agregat 4-1 atas Benfica.
Jelang laga nanti, Barca hanya bermain imbang 1-1 melawan Real Betis, Minggu (6/4) dinihari WIB. Gavi mencetak gol pada menit awal. Namun, Real Betis berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Natan pada babak pertama.
Manajer Barcelona, Hansi Flick mengungkapkan bahwa dia puas dengan penampilan timnya pada babak kedua, meskipun mereka tidak berhasil mencetak gol lagi. Laga ini disebutkan sebagai pemanasan jelang laga melawan Dortmund.
“Saya memberitahu pemain bahwa kami harus langsung fokus melawan laga penting di Liga Champions. Hasil seri melawan Real Betis masih tetap bagus, namun kami harus segera menjaga ritme dan meningkatkan performa untuk ajang Liga Champions,” kata Flick di football-espana.
Flick juga menekankan pentingnya berpikir positif dalam menghadapi hasil imbang tersebut guna menyambut laga melawan Dortmund. “Pada hari-hari ketika Anda tidak berhasil mencetak gol, Anda harus menerimanya. Namun kami harus berpikir positif. Saya yakin bahwa kami telah mencoba segala cara. Namun biarkan semua itu berlalu, karena sudah harus menghadapi Dortmund, tim yang juga kuat,” ujarnya.
Dortmund akan menjadi ujian yang sulit bagi Barcelona. Namun Flick yakin bahwa timnya memiliki peluang besar untuk memenangkan kompetisi tersebut. Namun, dia juga menyadari bahwa Dortmund akan menjadi lawan yang tangguh.
“Kami harus terus maju. Semua yang kami ciptakan adalah luar biasa. Tidak hanya tim, semua staf, semua ini adalah keluarga dan sangat baik untuk dilihat,” kata Flick.
Barcelona mendapat kabar baik dengan kembalinya Inigo Martinez dari cedera, meski Dani Olmo masih absen. Raphinha yang disimpan saat imbang melawan Real Betis kemungkinan akan kembali ke starting XI, mendampingi Lamine Yamal dan Robert Lewandowski di lini depan. Tiga pemain utama lainnya Ter Stegen, Marc Casado, dan Marc Bernal harus absen hingga akhir musim.
Flick pun diperkirakan menurunkan Wojciech Szczęsny (kiper), Jules Kounde, Eric Garcia, Ronald Araujo, Alejandro Balde, Pedri, Frankie de Jong, Lamine Yamal, Gavi, Ferran Torres dan Robert Lewandowski, dengan formasi 4-2-3-1.
Saat melatih Bayern Munchen, Hansi Flick memenangi seluruh enam pertemuan kontra Dortmund dan itu jadi rekor terbaik 100 persen atas sebuah lawan pada periode ini. Tim arahannya setidaknya mencetak tiga gol di satu laga (total 18 gol).
Itu baru statistik dari pelatih asal Jerman tersebut. Belum lagi dengan Lewandowski yang berkarier di Jerman selama 12 tahun dengan Dortmund (2010-2014) dan Bayern Munchen (2014-2022).
Kendati sudah berusia 36 tahun, Lewandowski tampil prima dan menjadi top skorer tim musim ini. Dalam kariernya, kapten timnas Polandia sudah menghadapi Dortmund 27 kali dan juga menorehkan gol di angka yang sama, lebih dari momen ia menghadapi tim lainnya. Catatan Lewandowski juga positif: 20 kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya mencatatkan enam kekalahan.
Sementara itu pelatih Dortmund Niko Kovac menganggap permainan menyerang Barcelona adalah yang terbaik di dunia saat ini. “Barça saat ini, dalam hal serangan, adalah NonPlusUltra, yang terbaik. Itu membuat segalanya menjadi sangat, sangat sulit,” kata Kovac dikutip dari laman resmi UEFA.
Kovac juga mengingat sejarah bersama dengan Flick, kembali ke masa mereka di Salzburg ketika Kovac masih menjadi pemain dan Flick sempat menjadi staf pelatih.
“Saya senang bertemu Hansi lagi. Kami bertemu di Salzburg, dan kemudian di Bayern, di mana Toni Tapalovic juga menjadi asisten,” katanya dalam wawancara dengan Sky Germany.
Kovac tahu Dortmund bukanlah favorit dalam pertandingan ini, tetapi ia memiliki pola pikir yang teguh. “Tidak ada gunanya menyerah Anda harus terus maju,” katanya. Kovac diperkirakan menurunkan Gregor Kobel (kiper), Ramy Bensebaini, Emre Can, Waldemar Anton, Daniel Svensson, Jamie Gittens, Julian Brandt, Carney Chukwuemeka, Julian Ryerson, Karim Adeyemi dan Maximilia Bier dengan formasi 3-5-2.***
