JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong sektor ritel memperkuat inovasi dan kolaborasi penyelamatan pangan nasional agar redistribusi pangan layak konsumsi semakin luas serta mendukung sistem pangan yang berkelanjutan.
Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas Nita Yulianis mengatakan keterlibatan sektor ritel menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem penyelamatan pangan yang berkelanjutan melalui sinergi berbagai pemangku kepentingan.
“Ritel memiliki peran penting dalam membangun ekosistem penyelamatan pangan yang berkelanjutan,” kata Nita sebagaimana keterangannya di Jakarta, Rabu (24/6).
Nita menjelaskan, sektor ritel memiliki peran strategis dalam memperluas redistribusi pangan yang masih layak dan aman dikonsumsi melalui kerja sama dengan bank pangan serta penggiat penyelamatan pangan.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam forum bisnis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas untuk memperkuat kolaborasi penanganan sisa pangan di sektor ritel secara berkelanjutan.
Forum bertajuk “Transformasi Ritel Berkelanjutan: Memperkuat Inovasi dan Kolaborasi terhadap Risiko dan Peluang Penanganan Sisa Pangan di Sektor Ritel” dinilai penting memperkuat ketahanan pangan nasional.
Nita menilai posisi ritel sebagai penghubung antara produsen dan konsumen menjadikannya salah satu aktor penting dalam membangun sistem pangan yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan.
Pemerintah terus mendorong penguatan sinergi dan kolaborasi, edukasi kepada masyarakat, serta pendataan dan pelaporan kegiatan penyelamatan pangan secara lebih terstruktur untuk mengurangi sisa pangan nasional.
“Selain itu, ritel juga dapat menjadi sarana edukasi bagi konsumen untuk lebih bijak dalam mengelola pangan dan mengurangi sisa pangan,” ucap Nita.
Menurut Nita, keterlibatan dunia usaha dalam penyelamatan pangan menunjukkan tren yang semakin positif.
Berdasarkan data Platform Stop Boros Pangan Badan Pangan Nasional per 18 Juni 2026, sektor ritel telah berkontribusi sebesar 8,8 persen dari total mitra penyelamatan pangan yang terdaftar.
Capaian tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian pelaku usaha terhadap upaya penyelamatan pangan.***
