Performa Real Madrid Belum Menjanjikan

Selebrasi pemain Real Madrid  usai Kylian Mbappe mencetak gol ke gawang Osasuna.

MADRID – Real Madrid membuka musim dengan kemenangan 1-0 atas Osasuna dalam laga yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Rabu (20/8) dinihari WIB.  Kylian Mbappe menjadi penentu kemenangan dengan gol dari titik putih pada menit ke-54.

Madrid dicatat oleh ESPN FC mendominasi pertandingan. Tim asuhan Xabi Alonso itu menguasai bola 70,7 persen, berbanding 29,3 persen yang dicatatkan Osasuna.

Gawang Madrid tak mendapat ancaman dalam laga itu, Osasuna gagal mencatatkan shot on target. Sementara itu, Los Blancos melepaskan 18 tembakan, lima mencapai sasaran. Osasuna menunggu Madrid di lini belakang, menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan balik.

Mbappe menegaskan strategi Osasuna itu sudah diprediksi, bisa ditangkal Madrid dengan baik. “Ini pertandingan pertama musim ini dan penting bagi kami bisa memulai dengan kemenangan di kandang. Kami tahu itu akan menjadi laga yang berat, karena Osasuna mempunyai rencana yang jelas untuk menunggu kami agar bisa melancarkan serangan balik dan bermain lewat Budimir. Kami tahu itu dan kami bekerja untuk itu,” kata Mbappe di situs Madrid.

Ia mengatakan, timnya akan terus berjuang keras untuk tampil lebih baik lagi. “Pada babak pertama, kami tak mempunyai ruang dan kami mencoba bermain bolak-balik. Lalu, kami mempunyai peluang lebih banyak. Kami mencetak gol di awal babak kedua dan bisa lebih memegang kendali. Kami ingin mencetak gol kedua, tapi tak bisa terwujud. Kami senang dengan kemenangan ini. Kami positif, tapi kami akan berusaha lebih keras,” kata Mbappe.

Alonso mengakui timnya masih belum menemukan ritme permainan yang tepat karena baru memulai pramusim dua pekan terakhir. Itu pula yang membuat mereka kesulitan membongkar pertahanan Osasuna.

“Ada hal-hal bagus dan hal-hal lain yang perlu ditingkatkan. Setelah dua pekan pramusim, jalan kami masih jauh. Menurut saya kami bermain rapi, tapi kurang tenang di sepertiga akhir. Menghadapi pertahanan blok rendah kami agak kesulitan untuk menciptakan peluang bersih atau untuk mengusik pertahanan mereka,” ungkap Alonso di laman resmi klub.

Ia menegaskan bahwa timnya akan terus berkembang. “Saya yakin dengan hal-hal baik dan buruk ini, kami akan berkembang dan menemukan ritmenya. Kami punya dua pertandingan lagi sampai jeda (internasional) dan kami ada di fase penyempurnaan itu. Kemenangan memberi Anda ketenangan untuk terus melangkah, tentu saja,”  urainya

Alonso  juga mengaku puas dengan performa empat pemain baru Real Madrid. Secara khusus ia juga memuji Franco Mastantuono yang menjalani debut bersama Los Blancos.

Empat pemain baru yang diturunkan di laga ini  yakni Trent Alexander-Arnold, Dean Huijsen, Alvaro Carreras  dan Mastantuono. Tiga pemain pertama  diturunkan sejak menit awal, sedangkan Mastantuono masuk menggantikan Brahim Diaz di menit ke-68.

Mengacu Whoscored, Trent dan Carreras sebagai duo bek sayap banyak naik membantu serangan Madrid, sedangkan Huijsen kukuh di lini belakang dengan memasang garis tinggi bersama Eder Militao. Ia juga melakukan tujuh sapuan, satu intersep, serta dua tekel sukses.

Adapun Mastantuono banyak menjelajah area tengah. Ia mau bermain turun ke belakang, namun juga berbahaya di lini serang. Selama sekitar 25 menit di lapangan, ia melepaskan satu shot on target serta satu umpan kunci.

“(Mereka) bermain bagus, semua tampil gemilang. Mereka yang bermain di Piala Dunia Antarklub, dan Franco (Mastantuono), yang menjalani debutnya hari ini, adalah pemain yang akan kami miliki di sini selama bertahun-tahun. Baik jersey tim maupun suasana di Bernabeu tidak membebani mereka,” ujar Alonso.

Sementara  pelatih Osasuna, Alessio Lisci, meluapkan kekecewaannya.  Ia menyoroti keputusan wasit yang memberi penalti untuk Los Blancos, serta mempertanyakan mengapa VAR tidak turun tangan untuk meninjau ulang insiden tersebut.

Lisci menilai keputusan penalti atas pelanggaran Juan Cruz terhadap Mbappe terlalu merugikan timnya. Dari tayangan ulang, menurutnya justru Mbappe yang terlebih dahulu menginjak kaki Cruz.

“Saat melihat langsung saya pikir itu penalti. Tapi setelah diperhatikan lagi, seharusnya ditinjau apakah Mbappe yang lebih dulu menginjak Juan, atau Juan yang menyentuh Mbappe. Bagi saya jelas Mbappe lebih dulu mengenai Juan. Tidak ada penalti di situ,” ujar Lisci kepada Diario AS.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *