Tijjani Reijnders, Pemain Manchester City.
WOLVERHAMPTON – Tijjani Reijnders bersinar dalam laga debutnya bersama Manchester City di Premier League. Gelandang berdarah Indonesia itu menandainya dengan gol dan asist.
Reijnders turun sebagai starter saat Manchester City bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers, Sabtu (16/8) malam WIB. Laga di Molineux itu dimenangi Man City dengan skor telak 4-0. Erling Haaland borong dua gol, sisanya dikemas Reijnders dan Rayan Cherki.
Di laga itu, tak ada kecanggungan buat Reijnders. Terlebih lagi, ia datang dari kompetisi yang berbeda dengan kultur dan intensitas yang berbeda pula.
Namun gelandang 27 tahun itu malah menunjukkan bahwa dirinya siap dengan intensitas dan kerasnya sepakbola Inggris. Pergerakannya amat dinamis sehingga sulit diredam Wolves.
Gol pertama Man City yang dibuat Haaland adalah buah dari kerja kerasnya. Kakak pemain timnas Indonesia Eliano Reijnders itu menggiring bola dan melewati dua pemain, lalu melepas umpan lob ke Rico Lewis, yang meneruskannya ke Haaland.
Reijnders lalu bikin gol kedua timnya, setelah mereka memenangi bola di tengah. Menerima operan dari Oscar Bobb, Reijnders tanpa ragu melepas sepakan kaki kiri mendatar ke pojok kanan gawang.
Gol ketiga Man City juga merupakan kreasinya. Umpan tariknya diselesaikan dengan mudah oleh Haaland. Meski Haaland mendapatkan pujian atas dua golnya, tapi Reijnders adalah alasannya. Ia yang membuat serangan-serangan Man City berbahaya. Reijnders mencatatkan 82 kali sentuhan dan 91 persen akurasi umpan sukses.
“Ini start yang bagus, sangat senang dengan satu asist dan gol serta sebuah kemenangan yang sangat bagus. Ini start bagus dan kami harus melanjutkannya. Saya dulu sudah melihat intensitasnya dan memang cukup sulit, tapi menyenangkan bisa bermain di Premier League dan mencetak gol di laga debut itu selalu bagus. Mereka memberikan tekanan bagus ke kami dan saya pikir itu memberi kami ruang untuk bernapas dan memainkan gaya kami,” kata Reijnders kepada BBC.
Sementara manajer Pep Guardiola tidak kaget dengan performa pemainnya. Pemain asal Belanda berusia 27 tahun itu telah menujukkan potensinya dan klik dengan tim sejak pramusim.
“Tidak hanya di laga ini, di Palermo (ketika pramusim) dia bermain sangat bagus. Dia adalah pemain tipikal yang kami butuhkan di Liga Inggris. Reijnders adalah rekrutan yang luar biasa dan besar bagi kami. Etos kerjanya, sebagai gelandang bertahan, menguasai banyak ruang, lalu setelah menguasai bola dan bergerak, dia mencoba menerobos dan mencetak gol, saya sangat puas,” jelas Guardiola dilansir dari BBC.
Reijnders merupakan rekrutan baru Manchester City, dibeli dari AC Milan di musim panas 2025. City menebusnya seharga 55 juta Euro atau setara Rp1 triliun.
Hanya saja, Guardiola menegaskan timnya masih perlu melepas sejumlah pemain sebelum bursa transfer musim panas ditutup. Saat ini skuad The Citizens masih terlalu besar. City sejauh ini telah melepas Kevin De Bruyne, Kyle Walker, Scott Carson, James McAtee, Jack Grealish dan Vitor Reis.
Namun mereka juga mendatangkan Rayan Ait-Nouri, Rayan Cherki, Tijjani Reijnders, Marcus Bettinelli, Sverre Nypan dan James Trafford. “Terlalu banyak. Masih terlalu banyak pemain,” ujar Guardiola.***
