Gianluigi Donnarumma dan Luis Enrique awalnya ‘mesra’, namun berakhir pahit bagi sang kiper.
PARIS – Gianluigi Donnarumma begitu kecewa didepak Paris Saint-Germain (PSG). Dia cuma bisa mendoakan yang terbaik untuk Les Parisiens ke depannya.
Setelah empat tahun jadi kiper utama PSG, Donnarumma harus kehilangan posisinya begitu saja musim panas ini. Pelatih Luis Enrique menilai Donnarumma tidak cocok dengan gaya mainnya.
Alhasil, Enrique mendatangkan kiper baru dari Lille, Lucas Chevalier, yang membuat Donnarumma harus angkat kaki. Donnarumma akan dijual PSG mengingat kontraknya yang habis 2026 tidak diperpanjang.
Kiper asal Italia itu bahkan dicoret dari skuad PSG yang bertanding melawan Tottenham Hotspur di Piala Super Eropa. Keputusan PSG ini membuat Donnarumma kecewa berat, mengingat kontribusinya selama ini untuk PSG.
Dia menjadi bagian penting PSG saat merebut empat gelar musim lalu dan masih mengawal gawang timnya sampai final Piala Dunia Antarklub.
“Untuk fans Paris yang spesial, saya selalu memberikan segalanya sejak tiba hari pertama, dalam dan luar lapangan, untuk mendapatkan tempat saya dan menjaga gawang PSG. Sayangnya seseorang memutuskan bahwa saya tidak lagi jadi bagian dari tim dan tidak bisa berkontribusi lagi untuk kesuksesan tim. Saya kecewa dan patah hati. Saya berharap bisa punya kesempatan bertemu fans di Parc des Princes secara langsung sekali lagi dan mengucapkan salam perpisahan yang pantas,” ujar Donnarumma di akun instagram.
Kapten Paris Saint-Germain Marquinhos turut angkat bicara mengenai situasi yang dihadapi Donnarumma. Bek asal Brasil itu menegaskan apapun yang terjadi, sang portiere akan selalu diingat dalam sejarah Les Parisiens.
Dalam jumpa pers pada Selasa waktu lokal, Marquinhos menegaskan bahwa apa yang terjadi pada Donnarumma adalah hal lumrah di sepakbola. Namun ia tetap berterima kasih atas jasa-jasa sang kiper, terutama di musim lalu.
“Selalu sulit, dan selama 12-13 tahun saya di sini, saya sudah melihat rekan satu tim lainnya mengalami situasi seperti ini. Pemain kunci harus pergi di akhir musim. Begitulah hidup kami, begitulah sepak bola. Apa yang bisa Anda lakukan hanyalah memberikan segalanya hingga menit terakhir. Saya juga akan pergi, dan saya berharap bisa melakukannya dalam kondisi terbaik. Pemain datang dan pergi, klub tetap bertahan,” ujar Marquinhos, dikutip Tribal Football.
Ia menambahkan, sang kiper telah menorehkan sejarah di PSG. “Gigio (panggilan Donnarumma) telah menulis sejarah klub, dan saya sangat bangga akan hal itu. Kami berterima kasih kepadanya dari lubuk hati kami. Jika dia bertahan, kami akan menyambutnya dengan tangan terbuka karena dia baru menjalani musim luar biasa. Jika dia harus pergi, kami juga akan berterima kasih kepadanya, karena dia adalah teman dan pemimpin yang hebat,” tegasnya.
Donnarumma kini sedang diminati Manchester City. Tetapi The Citizens hanya akan serius mengejar kiper Italia itu jika sudah lebih dulu melepas Ederson.
Jurnalis Fabrizio Romano melaporkan City telah menghubungi PSG untuk menanyakan detail transfer sang portiere.
PSG saat ini meminta 50 juta Euro, namun angka itu dirasa kemahalan untuk pemain yang kontraknya tersisa setahun. Jika transfer ini terwujud, diyakini akan ada negosiasi harga.
Pekerjaan rumah City tak cuma itu. Mereka juga perlu melepas 1-2 kiper dulu karena mereka saat ini sudah ada James Trafford, Marcus Bettinelli, Ederson dan Stefan Ortega. Masih menurut laporan Romano, Ederson saat ini sedang didekati Galatasaray. Jika ia jadi pindah, maka jalan Gigio ke Manchester akan terbuka lebar.***
