Perdaningrum Yuniarti dan Efendi Hansen Ng berfoto bersama para pengiat dan pelatih PORPI.
JAKARTA (LB)–PORPI (Persatuan Olahraga Pernafasan Indonesia) mengadakan pengukuhan pelantikan pengurus rating GBK sekaligus Gathering PORPI & ADYTI di Restoran La Moringa jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan pada Rabu (6/8/2025).
Acara dihadiri oleh Ketua Umum DPN PORPI Perdaningrum Yuniarti, Ketua Umum DPP ADYTI (Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia) DR (H.C.) Drs Efendi Hansen Ng, Ketua Dewan Pembina DPP ADYTI Wirawati Hartawan, Ketua Harian DPP ADYTI Hermina Hasibuan, Ketua DPD PORPI DKI Jakarta Prof. DR. Sarman, Ketua Cabang PORPI Jakarta Selatan Sri Hastuti, Ketua Ranting GBK 2023-2025, Effy Nurmawati, para pelatih, pengurus dan pengiat senam PORPI.

Prosesi pembukaan dilakukan dengan menyanyikan Mars PORPI dan pelantikan dilaksanakan degan pembacaan SK Ranting GBK oleh Seketaris Cabang PORPI Jakarta Selatan Entin Kartini.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Cabang PORPI Jakarta Selatan Sri Hastuti, dilanjutkan dengan penyerahan SK dan bendera pataka PORPI Ranting GBK kepada Ketua yang baru, Ani Sri Wahyudi A.
Dalam kata sambutannya Ketua Umum DPN PORPI Perdaningrum Yuniarti, menyambut baik adanya pergantian ketua yang membuktikan adanya regenerasi kepemimpinan.

Dia berharap dengan ketua dan para pengurus yang baru dilantik dapat lebih memajukan senam PORPI dan dengan program yang disusun dapat meningkatkan daya tarik masyarakat untuk mengikuti senam PORPI yang diadakan di GBK. “Semoga PORPI ranting GBK makin maju dan bertambah banyak anggotanya,” ucapnya.

Ani Sri Wahyudi A, Ketua Ranting GBK yang baru dilantik, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas pengukuhan dan pelantikan pengurus PORPI ranting GBK periode 2025-2027 yang berjalan dengan baik dan lancar, dan terlebih lagi di dalam kepengurusan juga didampingi beberapa senior juga insan yang muda serta para peraga yang siap membantu.
“Saya juga menyadari bahwa kami bukan sekedar jabatan tapi tanggungjawab kepengurusan kami untuk menjaga dan mengembangkan organisasi yang telah menjadi rumah bagi banyak insan pecinta olahraga dan untuk menjadi bugar,” ujarnya.

Menurutnya, PORPI bukan hanya tentang senam, bukan hanya tentang gerak tubuh tetap juga tentang gerak hati, semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat yang saat ini peran kita menjadi semakin penting dalam membangun masyarakat yang aktif, produktif untuk peduli dengan Kesehatan.
“Saya mengajak seluruh anggota untuk tidak menjadi peserta tetapi juga menjadi pengerak dengan mengajak family atau kerabat, teman-teman untuk bergabung bersama. Mari kita tetap semangat menjaga kekeluargaan dan kebersamaan yang telah menjadi ciri kita PORPI dan ADYTI di GBK. Terima kasih atas kepercayaan telah diberikan kepada kami dan pengurus-pengurus yang baru, salam PORPI Tegar,” tutup Ani.
Hermina Hasibuan, Ketua Harian DPP ADYTI menyampaikan sekilas mengenai latar belakang pendirian PORPI Ranting ADYTI Sasana GBK-Senayan.

Hermina menjelaskan sejarahnya bahwa PORPI ada di GBK karena pendirinya adalah Almarhumah Chandra Herawati Wijaya yang mempunyai visi begitu luas dan jauh.
Pada saat itu Almh Chandra Herawati berpikir untuk mendirikan satu tempat wadah latihan para pelatih PORPI dan dibuatlah di Senayan dengan nama PORPI GBK. Tujuannya menjadi pusat pelatihan para pelatih.
PORPI dan ADYTI seperti kakak beradik dan dari awal yang menjadi Ketua PORPI Ranting GBK juga sebagai Ketua ADYTI Ranting GBK, Almh Chandra Herawati sangat inspiratif, sangat merangkul, tidak melihat perbedaan sehingga dibuatlah waktu Latihan yang bergantian antara PORPI dan ADYTI dengan lokasi latihan yang sangat bagus di GBK.
Seiring berjalannya waktu untuk tertibnya adminstrasi maka di bagi kepengurusan PORPI dan ADYTI tetapi tetap berjalan bersamaan sampai sekarang seperti kakak dan adik, dimana Kakak PORPI selalu mendukung ADYTI dan sebaliknya untuk tujuan bersama untuk membangun kesehatan kepada masyarakat.

Sementara itu DR (H.C.) Drs Efendi Hansen Ng, Ketua Umum DPP ADYTI dalam sambutannya menceritakan bahwa dirinya bukanlah pemain taiji, belum bisa main taiji tetapi ketemu istrinya di PORPI sewaktu dahulu di komplek perumahan saat itu di Pluit Mas ada group senam dan sewaktu itu istrinya adalah yang paling muda dari wanita dan dirinya yang paling muda di laki – laki dan terjadi jodoh saat itu.

“Inilah kisah hidup saya dimana saat itu senam PORPI 18. Tentu tidak mudah seorang Bu Chandra yang mau memasyarakatkan olahraga PORPI kemana-mana, terakhir ketika bertemu Bu Wira baru tahu adanya ADYTI, saya waktu itu benar-benar terharu melhat semangatnya yang melanjutkan dengan memimpin selama 10 tahun. Saya lebih suka golf, tetapi makin hari makin tahu bahwa taiji ini lintas agama, lintas suku, semua kalangan bisa mengikuti, taiji juga memberikan manfaat yang luar biasa untuk kesehatan. Terakhir setelah saya ke NTB, Lombok saya makin mencintai taiji, karena ini luar biasa dimana PORPI, ADYTI, ADMI ini olah raga yang notabene dari negeri trai bambu, RRT bisa berkembang di masyarakat dan diakui pemerintah, ini sungguh-sungguh luar biasa, saya melihat PORPI dan ADYTI menjadi saudara yang tidak dapat dipisahkan, oleh sebab itu waktu saat pelantikan saya, Ibu Almarhumah Ibu Chandra kita langsung nobatkan sebagai pelopor PORPI dan Taiji ADYTI di Indonesia dan foto beliau sudah di pajang di dinding Merah Putih di Museum Hakka, Museum Tionghoa Indonesia, tutur Efendi Hansen.
Setelah pelantikan acara dilanjutkan dengan menikmati makan siang bersama dan bernyanyi dengan memperagakan senam taiji. spn
