Gavi, Pemain Barcelona.
BARCELONA – Gavi mengaku tak minder bersaing dengan Pedri dan Frenkie de Jong di lini tengah Barcelona. Walau ia mengakui keduanya merupakan gelandang terbaik di dunia.
Gavi mendapatkan menit bermain yang cukup bersama Barcelona di musim lalu. Meski tak selalu jadi pilihan utama pelatih El Barca, Hansi Flick.
Gavi total tampil dalam 42 laga bersama Blaugrana dengan sumbangan tiga gol dan tiga assist. Ia turut membawa Barcelona meraih treble domestik dengan juara LaLiga, Copa del Rey dan Piala Super Spanyol.
Flick sering merotasi Gavi dengan Pedri dan De Jong untuk mengisi lini tengah Barcelona. Pedri dan De Jong lebih sering menjadi pilihan utama Flick ketimbang Gavi.
Diakui Gavi bahwa Pedri dan De Jong punya pengalaman dan kualitas yang baik. Hal tersebut membuat persaingan dengan keduanya tak mudah untuk Gavi.
“Frenkie atau Pedri sangat bagus di posisi itu, dan mereka yang terbaik di dunia. Dan memang begitulah adanya. Dan sangat sulit untuk memenangkan posisi itu. Tapi saya yakin dengan mentalitas yang saya miliki, saya bisa bersaing dengan pemain mana pun. Manajer selalu percaya pada saya. Saya sangat senang dengannya. Saya harap dia bertahan di sini selama bertahun-tahun lagi,” kata Gavi dikutip dari Mundo Deportivo.
Melejitnya Lamine Yamal diiringi dengan anggapan dan tudingan bahwa ia arogan di dalam dan luar lapangan ternyata mendapat komentar dari Gavi.
Yamal memang melejit sejak debutnya pada April 2023. Ia kini sudah melakoni 106 pertandingan di seluruh ajang, mencetak 25 gol dan 34 asis.
Berkat penampilannya itu pula, Barca bisa dua kali memenangi Liga Spanyol pada 2022/2023 dan 2024/2025. Blaugrana juga menjuarai Copa del Rey 2024/2025 dan Piala Super Spanyol.
Tapi bersinarnya Yamal turut diiringi kontroversi. Mulai dari gaya rambut dan caranya berdandan jadi sorotan, juga selebrasi celana melorot dan dianggap tak menghormati Cristiano Ronaldo saat bersalaman.
Belum lama ini, pesta ulang tahunnya menuai kritik pedas karena melibatkan hiburan dari orang-orang mini. Belum lagi soal hubungannya dengan perempuan yang jauh lebih tua.
Gavi pun enggan terlalu fokus ke urusan-urusan itu. Yang membuatnya tertarik justru mentalitas dan kepercayaan diri pemain 18 tahun itu. “Pada akhirnya, semua orang tahu Lamine itu pemain kelas dunia. Musim yang telah ia jalani itu unik untuk pemain seusianya,” kata Gavi dikutip Mundo Deportivo.
Ia pun berharap Yamal terus memperlihatkan performanya. “Saya harap dia terus seperti ini, dengan mentalitas yang ia punya, karena dia sangat bagus dan mesti terus seperti ini sehingga kami bisa memenangi titel sebanyak mungkin. Pada akhirnya, semua orang memikirkan apa yang mereka mau,” ujarnya.
Gavi juga mendukung Yamal merebut Ballon d’Or 2025. Seandainya, Yamal gagal pun masih akan ada banyak kesempatan lainnya.
” Saya harap dia akan menang (Ballon d’Or). Jika dia tidak menang di tahun ini, dia kan masih berusia 18 tahun, dan masih sangat muda. Berada di antara favorit itu sesuatu yang unik. Aku senang dengan apa yang sedang dia lakukan dengan kami. Dia itu pemain yang luar biasa. Dia semakin bagus setiap harinya. Dia menakjubkan di dalam latihan,” ujar Gavi.***
