Evan Ferguson dan petinggi AS Roma.
ROMA – AS Roma terus mempersiapkan diri menghadapi musim 2025/2026. Terbaru, tim kota Roma itu mendapat tambahan baru di lini depan. Ini setelah I Lupi meminjam striker Brighton & Hove Albion, Evan Ferguson.
Dikutip situs resmi klub, Ferguson bergabung dengan Roma sebagai pemain pinjaman hingga akhir musim. Ada opsi untuk kontrak permanen dengan biaya 38-40 juta Euro atau sekitar lebih dari Rp700 miliar.
Ferguson diminati pelatih Roma Gian Piero Gasperini untuk menambah kekuatan di lini serang, yang sudah dihuni Stephan El Shaarawy, Matias Soule, Paulo Dybala, Ola Solbakken dan Artem Dovybk.
Sebelumnya Roma juga sudah melepas Tammy Abraham ke Besiktas. Ferguson akan mengenakan jersey nomor 11 sepanjang musim 2025/2026.
Ferguson merupakan pemain Republik Irlandia pertama yang berseragam Roma. Dia memulai kariernya di Bohemian FC sebelum pindah ke Brighton pada 2021.
Dia sempat jadi andalan Brighton di lini serang, namun performanya menurun dalam dua tahun terakhir karena sempat cedera ligamen lutut. Ferguson dipinjamkan ke West Ham United di paruh kedua musim lalu.
Selama memperkuat Brighton, Ferguson mencetak 17 gol dan enam assist dari 80 penampilan. Dia juga bermain untuk Timnas Republik Irlandia dengan lima gol dari 22 caps. “Selamat datang di Roma, Evan!,” demikian pernyataan Roma menyambut Ferguson.
Sementara itu Gasperini tidak memasang target muluk-muluk pada musim pertamanya Bersama AS Roma. Ia menilai scudetto bukan target realistis untuk Roma.
Gasperini ditunjuk sebagai pelatih Roma menggantikan Claudio Ranieri. Eks pelatih Atalanta itu akan menangani Dybala dan kolega mulai musim depan dengan kontrak sampai 2028.
Pelatih berusia 67 tahun itu menilai bahwa lolos ke Liga Champions jadi prioritas Roma musim depan. Ia juga ingin meningkatkan kualitas tim. “Hasil terbaik adalah lolos ke Liga Champions. Sekarang ini, Roma tidak bisa meraih scudetto, tapi Anda tidak pernah tahu. Bagi saya, targetnya adalah bikin tim ini lebih kuat, dengan lebih banyak pemain nasional dan internasional yang sekarang ini tidak kami miliki. Kami harus menciptakan inti yang kuat dan punya keberlanjutan. Itu akan membuat tim berkembang,” ujar Gasperini seperti dikutip Sky Sport Italia.
Gasperini sendiri menerima pinangan AS Roma karena ingin menghadapi tantangan yang besar. Pelatih berusia 67 tahun itu diikat dengan kontrak sampai 2028.
Gasperini meninggalkan Atalanta setelah sembilan tahun. Ia mengantar La Dea finis empat besar sebanyak enam kali, termasuk menjuarai Liga Europa pada 2023/2024.
Gasperini pun merasa butuh tantangan baru. Oleh karena itu, ia tak mau melewatkan begitu saja tawaran dari Roma. “Saya pilih Roma karena ini tantangan yang luar biasa dan saya butuh itu. Saya tiba di lingkungan yang sangat bergairah dan itu memberi saya antusiasme yang besar, begitu juga dengan peluang yang diberikan kepada saya oleh Claudio Ranieri dan klub. Ini adalah suntikan adrenalin yang saya butuhkan untuk mencoba melakukan sesuatu yang spesial,” ujar Gasperini di situs resmi klub.
Ia menyebut melatih AS Roma memang butuh nyali. “Adrenalin datang dari fakta bahwa Roma punya semangat yang bear di belakang mereka dan ingin meraih prestasi besar. Dalam pandangan saya, ada banyak syarat untuk mencapainya, dengan pemilik yang kuat yang ingin membawa Roma ke puncak, kemudian Ranieri adalah jaminan untuk fans, ada direktur olahraga yang masih muda yang punya kemampuan pencarian bakat yang hebat. Semuanya disiapkan dengan baik dan kami bisa melakukan kerja luar biasa di sini,” kata Gasperin.***
