Jens Raven dipeluk rekannya usai mencetak gol ke gawang Brunei Darussalam.
JAKARTA – Gerald Vanenburg mengapresiasi kemenangan telak Timnas Indonesia U-23 atas Brunei Darussalam. Namun dia menilai skuadnya masih bisa berkembang lebih baik lagi.
Laga pertama Grup A Piala AFF U-23 mempertemukan Indonesia kontra Brunei di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (15/7) malam WIB.
Timnas Indonesia U-23 tampil superior. Garuda Muda sudah unggul 7-0 di babak pertama, dengan 5 gol disumbang Jens Raven. Indonesia menambah satu gol selepas turun minum melalui Jens Raven, yang melengkapi double hat-tricknya ke gawang Brunei.
Vanenburg, sang pelatih angkat bicara soal kemenangan telak itu. Juru taktik asal Belanda ini menilai timnya tampil efektif di babak pertama. “Saya rasa kami bermain sangat baik di babak pertama. Babak kedua memang tidak sebaik yang pertama, tapi secara keseluruhan saya puas. Tentu saja kami masih harus berkembang, terutama di babak kedua, kami harus bisa bermain di level yang lebih tinggi,” kata Gerald Vanenburg di laman resmi Timnas Indonesia.
Timnas Indonesia U-23 selanjutnya menghadapi Filipina pada Jumat (18/7) malam WIB. Vanenburg kini fokus mempersiapkan para pemainnya menatap pertandingan tersebut.
“Sekarang kami harus bersiap menghadapi Filipina. Hari demi hari, kami bangun formasi, dorong kemampuan kami, dan mencoba menang, meskipun kami tahu itu tidak akan mudah,” ungkap Vanenburg.
Jens Raven pun langsung memanaskan persaingan top skor. Sebelumnya di laga Malaysia kontra Filipina, Otu Bisong sempat unjuk gigi. Pemain Filipina itu memborong dua gol ke gawang Malaysia. Torehan golnya kini langsung disalip Raven, yang lebih menggila.
Usai mencetak gol, Raven melakukan selebrasi unik. Ia mengungkapkan alasan mengikuti tren selebrasi pacu jalur, karena dirinya mempunyai janji dengan seseorang.
“Saya telah membuat janji kepada seseorang sebelum laga untuk melakukan dansa yang viral itu,” kata Raven dalam jumpa pers di SUGBK.
Raven melakukan selebrasi itu saat mencetak gol kelimanya pada menit ke-40 yang mengantar Indonesia unggul 7-0 melalui penalti. Setelah mencetak gol, pemain anyar Bali United itu berlari pelan ke sisi kiri gawang Brunei untuk melakukan selebrasi yang tengah mendunia ini.
“Namun, itu hanya sekali dan tidak akan terulang lagi ke depannya. Kamu tidak akan saya mainkan lagi,” Vanenburg menimpali perkataan pemainnya itu dengan,
Perkataan Vanenburg itu langsung membuat wartawan yang menghadiri sesi jumpa pers tertawa setelah mendengar jawaban spontan pelatih asal Belanda tersebut. “Itu hanya sekali, jadi saya tidak akan mengulanginya,” balas Raven.
Raven mengonfirmasi dirinya tak menderita cedera serius pada pertandingan ini setelah terlihat mengalami masalah di kakinya pada pertengahan babak kedua. “Itu hanya kram. Jadi, tidak ada yang lebih dari itu perihal kaki saya. Kita tahu kita kehabisan pergantian pemain. Jadi, saya hanya perlu berada di lapangan, mendengarkan pelatih,” urainya.
Sementara pelatih Brunei Darussalam Aminuddin Jumat mengatakan timnya banyak belajar dari kekalahan ini. “Kita memanfaatkan hal ini untuk bisa tampil melawan tim besar. Jadi, pada laga ini kita melawan Indonesia. Mereka mampu bergerak, dan komunikasi antar pemainnya bagus, serta pengambilan keputusan mereka impresif. Jadi, para pemain kami bisa belajar dari laga ini,” kata Aminuddin.
Saat ditanya apa yang dilakukannya di ruang ganti pada jeda babak, pelatih berusia 39 tahun itu menjawab, “Tentu, me-refresh dan memastikan mereka bisa berpikir jernih. Mereka mampu menunjukkannya (pada babak kedua). Meskipun kita kebobolan lagi. Namun, ini adalah momen yang bagus untuk kami untuk laga selanjutnya,” jelas dia.***
