Gubernur Jakarta Pramono Anung sebut kota termacet di Indonesia saat ini adalah Bandung.
JAKARTA (LB)- Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengeklaim saat ini daerahnya sudah tidak menjadi kota termacet di Indonesia. Ia menyebutkan, kota yang menjadi juara satu untuk urusan kemacetan di Indonesia adalah ibu kota Jawa Barat (Jabar), yaitu Bandung.
Menurut Pramono, selama ini Jakarta dikenal sebagai kota yang paling macet di Indonesia. Namun, hal itu sudah dapat diatasi salah satunya dengan melakukan perluasan jaringan Transjabodetabek ke berbagai daerah penyangga.
“Yang selama ini Jakarta menjadi ranking 1 di Indonesia (urusan kemacetan), sekarang ini menjadi ranking 5,” kata dia di Halte Galunggung, Kamis (3/7).
Menurut Pramono, kota termacet di Indonesia saat ini adalah Bandung. Sementara di posisi selanjutnya ada Medan, Palembang, dan Surabaya. Jakarta meraih posisi lima di bawah kota-kota tersebut.
Yang sekarang nomor 1 Bandung, nomor 2 Medan, nomor 3 Palembang, nomor 4 Surabaya, 5 Jakarta, dan yang mengembirakan lagi, selama ini Jakarta selalu 10 besar dunia, sekarang nomornya di luar itu jauh,” ujar Pramono.
Pernyataan Pramono itu merujuk Traffic Index Rangking yang dikeluarkan situs web Tomtom.com. Di situs itu, Kota Bandung menjadi kota termacet di Indonesia dan peringkat 12 di Dunia. Di kota itu, rata-rata waktu tempuh per 10 kilometer adalah 32 menit 37 detik.
Sementara itu, Jakarta menjadi posisi kelima kota termacet di Indonesia dan peringkat 90 dunia. Rata-rata waktu tempuh per 10 kilometer di Jakarta adalah 25 menit 31 detik.
Pramono menilai, data itu menunjukkan bahwa perbaikan transportasi umum di Jakarta berdampak signifikan. Buktinya, peringkat Jakarta sebagai kota termacet di Indonesia. “Jadi artinya secara sungguh-sungguh ada perbaikan transportasi di Jakarta,” kata dia.
Ia menambahkan, saat ini konektivitas transportasi umum di Jakarta telah mencapai 91 persen. Namun, masyarakat yang memilih untuk menggunakan transportasi umum baru mencapai 21 persen.
“Saya menargetkan dengan Bapak Dirut Transjakarta mudah-mudahan di akhir tahun ini bisa di atas 31 persen. Kalau itu bisa dilakukan, maka perencanaan ke depan untuk mengatasi kemacetan akan kita lakukan lebih detail lagi,” kata dia. *
