Bologna mengangkat trofi Coppa Italia 2025.
ROMA – Bologna memenangi gelar Coppa Italia musim ini usai mengalahkan AC Milan 1-0 dalam partai final yang berlangsung di Olimpico, Kamis (15/5) dini hari WIB. Rossoblu pun menyudahi puasa gelar yang berlangsung sejak 1974.
Gol tunggal dari Dan Ndoye di menit ke-53 sudah cukup untuk memastikan Bologna keluar sebagai juara dalam laga yang berlangsung di Olimpico, Kamis (15/5/2025) dini hari WIB. Rossoblu menyudahi puasa gelar yang berlangsung sejak 1974.
Titel ini menambah koleksi Coppa Italia milik Bologna menjadi tiga setelah di musim 1969-70 dan 1973-74. Sepanjang sejarah, mereka baru tiga kali masuk final Coppa Italia, namun selalu menang. Sebelumnya, Bologna juara tahun 1970 (vs Torino) dan 1974 (vs Palermo).
Dalam laga final lawan Milan, Bologna memang kalah penguasaan bola 54 persen berbanding 46 persen, tapi mereka lebih agresif. Bologna membuat 11 attempts dengan lima di antaranya on goal, sementara Milan cuma bikin dua attempts dari total tujuh.
Hebatnya Bologna menjadi juara di ajang ini dengan rekor sempurna, lima kemenangan dari lima laga. Ini jadi kali pertama untuk mereka sejak 1980/1981.
Mereka juga jadi tim pertama setelah Juventus pada 2017/2018 yang memenangi seluruh pertandingannya di Coppa Italia
Pelatih Bologna Vinzenco Italiano mengaku puas dengan hasil ini. “Setelah berkali-kali kecewa, saya rasa kami pantas mendapatkan ini, terlebih kami tampil luar biasa malam ini. Performa kami hebat, kami tahu bahwa Milan bisa bangkit di babak kedua, jadi kami meresponsnya,” ujar Italiano kepada Sport Mediaset.
Italiano mengatakan gelar juara Piala Italia ini buah manis yang ia dapatkan setelah mencapai tiga final bersama Fiorentina dalam dua tahun yang tak satu pun dia menangkan itu.
“Jujur saja saya tidak berpikir bisa langsung kembali ke sana dan memenangkannya, tetapi saya berhasil. Saya mendedikasikan trofi ini kepada para pemain yang luar biasa ini. Saya juga berterima kasih kepada keluarga Joe Barone (direktur Fiorentina yang meninggal dunia karena serangan jantung pada Maret 2024), karena putranya mengirimi saya pesan (usai laga) dan saya sangat senang. Kami hampir mengangkat piala bersamanya dan itu sangat berarti bagi saya,” uarnya.
Kemenangan ini juga terasa manis untuk bek Bologna Davide Calabria, yang berhasil mengalahkan mantan timnya. Calabria memang tidak bermain sebagai starter dan baru masuk pada menit ke-76 menggantikan Emil Holm.
Tapi, hasil ini membuktikan bahwa Milan sudah salah membuangnya Januari lalu. Padahal Januari lalu, Calabria adalah kapten Milan saat menjuarai Piala Super Italia, yang merupakan trofi perdana Sergio Conceicao.
Namun, perselisihan dengan pelatih asal Portugal itu membuat Calabria ditendang di bursa transfer musim dingin dan Bologna menampung dengan status pinjaman.
Situasi canggung pun terjadi saat pengalungan medali di atas panggung, ketika Conceicao tidak melihat Calabria sama sekali. Calabria cuma menepuk punggung Conceicao yang sudah melewatinya.
Dengan trofi Coppa Italia, Calabria sudah meraih dua titel musim ini, lebih banyak ketimbang Milan. Calabria tampil 11 kali sejak dipinjamkan Milan dengan torehan satu assist.
Sementara pelatih AC Milan Sergio Conceicao begitu kecewa. Kegagalan menambah suram kondisi Rossoneri di musim ini. Il Diavolo kini masih berada di peringkat ke-9 Serie A serta sebelumnya tersingkir di babak playoff fase gugur Liga Champions.
“Itu adalah pertandingan yang sulit, sangat kompetitif, di mana setiap duel bisa menjadi penentu. Saya pikir itu mencerminkan musim kami. Kekecewaan yang saya bicarakan adalah kekalahan di Final, kesempatan untuk memenangkan trofi, di musim yang sulit dengan lingkungan yang sangat sulit,” ujar Conceicao dikutip dari Football Italia.
Milan sebenarnya sudah tiga kali melaju ke final dalam sedekade terakhir (2016, 2018 dan 2025), namun semuanya berujung kekalahan. Dua yang pertama di tangan Juventus dan terbaru dari Bologna.***
