Perayaan Waisak 2569 BE Sangha Seluruh Dunia Berlangsung di Vihara Mahavira Graha Pusat

Para bhiksu/bhikkhu,  sejumlah tokoh dan umat Buddha memanjatkan doa keselamatan Waisak.

JAKARTA (LB) –  Perayaan Waisak 2569 BE Sangha Seluruh Dunia berlangsung di Auditorium Buddhist Building Indonesia, Vihara Mahavira Graha Pusat, Jl Lodan Raya, Ancol, Jakarta,   Minggu (11/5) mulai pukul 08.30 WIB.

Acara diawali dengan prosesi perarakan relik Buddha mengelilingi Vihara dan berujung di altar utama vihara. Segenap yang hadir dengan khusuk mengikuti prosesi ini

Para suhu memimpin jalannya perarakan puja relik.

Kemudian diperlihatkan video   ucapan selamat dan pesan Waisak dari President World Buddhist Sangha Council (WBSC) Bhiksu Prajnavira Mahasthavira serta sejumlah bhiksu/bhikkhu dari sejumlah negara. Setelahnya, dilanjutkan dengan doa keselamatan Waisak  oleh pimpinan dan anggota Sangha yang hadir.

Didi Dawis, Anggota DPR RI Daniel Johan dan yang lainnya  dalam perarakan puja relik.

          Ketua Panitia Perayaan Waisak yang juga tokoh komunitas Tionghoa Indonesia, Didi Dawis mengaku gembira dan bangga bisa memberikan kata sambutan dalam perayaan yang agung dan mulia ini.

Didi Dawis meletakkan relik di altar.

“Hari Raya Waisak adalah hari istimewa untuk memperingati kelahiran, pencerahan dan nirwana Sang Buddha. Hari ini tidak hanya mengingatkan kita akan semangat agung kasih sayang dan kebijaksanaan Sang Buddha, tetapi juga memungkinkan kita untuk memikirkan kembali nilai hubungan antarpribadi dan kemurnian batin di dunia yang penuh gejolak saat ini. Terutama di Indonesia, di mana transformasi sosial dan multikulturalisme hidup berdampingan, konsep Buddha tentang perdamaian dan toleransi merupakan pedoman penting bagi hidup  yang harmonis,” kata Didi.

Didi Dawis dan Sugianto Kwan menyalakan lilin di altar.

Didi memberikan penghormatan khusus kepada Bhiksu Prajnavira dan para Sangha  atas upaya  yang tiada henti dalam menyebarkan dharma, mempromosikan amal dan pendidikan, yang tidak hanya menyehatkan hati para penganutnya, tetapi juga menyuntikkan energi positif yang tak terlihat  untuk masyarakat. Dengan demikian cahaya Sang Buddha bersinar di mana-mana dan  sungguh mengagumkan.

Dua suhu dalam sebuah prosesi di altar.

Didi menambahkan, masyarakat Tionghoa Indonesia selalu aktif dalam pengembangan budaya tradisional dan kepercayaan Tionghoa, serta selalu hidup rukun dengan semua suku dan agama dalam membangun masyarakat yang harmonis.

Didi Dawis dan Daniel Johan dalam sebuah prosesi di altar.

“Kami percaya bahwa di bawah bimbingan kasih sayang dan kebijaksanaan Sang Buddha, kita akan mampu menghadapi tantangan dengan hati yang damai, meningkatkan persatuan dengan kekuatan dan perbuatan baik, dan menerangi masa depan dengan cahaya kebijaksanaan. Dan  pada hari yang baik ini, saya mendoakan semoga para Sangha selalu sukses dalam menyebarkan dharma, dan semua umat beriman memperoleh berkah dan bijaksana serta keluarga selalu sehat dan dilimpahi banyak rezeki,” ujar Didi..

Sugianto Kwan dan  Tony dalam sebuah prosesi ritual.

Ven. Phramaha Anon Padao dalam amanatnya mengatakan perayaan Waisak merupakan hari penting bagi agama Buddha, karena berkaitan dengan tiga peristiwa penting dengan Sang Buddha. Semoga umat Buddha selalu meneladani Sang Buddha dan menjalankan ajarannya.

Tarian Keagungan  Mudra Bodhisattva.

Ia berharap agar di seluruh dunia selalu tercipta kondisi yang harmonis. Umat Buddha bisa hidup harmonis dan menciptakan dunia yang aman dengan komunitas agama lain.

Ven. Maitipe Wimalasara dalam pesan dharma Waisak membahas tentang esensi dari perayaan Waisak. Dia berharap agar dunia terbebaskan dari berbagai malapetaka dan penderitaan. Dan umat Buddha selalu memegang teguh pada ajaran Sang Buddha.

Para bhiksu/bhikkhu, tokoh Buddha dan umat yang memenuhi Auditorium Buddhist Center Vihara Mahavira Graha Pusa, Ancol, Jakarta.

Lebih jauh ia mengajak segenap umat Buddha untuk terus menciptakan dunia yang harmonis, bergandengan tangan dengan komunitas agama lain sehingga kondisi yang aman dan damai selalu tercipta. Acara perayaan juga dimeriahkan oleh tabuhan tambur Waisak, liong, tarian Pendupaan,  tarian Buddhis Pujian Keagungan Sakyamuni Buddha, tarian Keagungan Mudra Bodhisattva.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *