Laga West Ham United kontra Manchester United.
MANCHESTER – West Ham United bikin Manchester United (MU) tak berdaya pada lanjutan Liga Inggris. Bermain di Old Trafford, Minggu (11/5) malam WIB, West Ham menang 2-0.
West Ham unggul di menit ke- ke-26 lewat sontekan Tomas Soucek. Lantas Jarrod Bowen cetak gol kedua West Ham di menit ke-57.
Alhasil The Hammer naik ke peringkat ke-15 klasemen Liga Inggris sementara dengan 40 poin dari 36 laga. The Red Devil turun ke peringkat ke-16 dengan 39 poin.
Manajer West Ham United, Graham Potter, memberikan pujian bagi penampilan timnya. “Saya sangat senang untuk para pemain dan para pendukung. Kami telah menjalani musim yang berat, jadi bisa memberikan momen seperti ini kepada supporter, yang telah menunjukkan dukungan luar bias. Ini adalah sesuatu yang sangat berarti bagi semua orang yang terhubung dengan klub,” ujar Potter, dikutip dari laman resmi klub.
Ia mengakui timnya belum konsisten tetapi mengalami perubahan ke arah yang baik. “Sejujurnya, beberapa bulan terakhir ini sangat sulit. Meski secara hasil belum konsisten, performa kami terus menunjukkan peningkatan. Saya rasa laga ini adalah bentuk hadiah yang layak bagi semua pihak yang tetap bersatu dan saling mendukung, meski dalam situasi yang tidak mudah ketika hasil tidak berpihak pada kami,” ujar Potter.
Sementara manajer MU Ruben Amorim mengungkap bahaya laten di tubuh timnya. Jika ditotal, MU sudah menelan 17 kekalahan di Liga Inggris musim ini. “Bagi saya, kekhawatiran terbesar adalah perasaan bahwa ‘tidak apa-apa’, dan ‘kami tidak dapat mengubah posisi kami sehingga tidak apa-apa’,” kata Amorim di Sky Sports.
Ia menyebut ada yang salah dengan pola pikir MU saat ini. “Itu adalah masalah terbesar di klub kami saat ini, karena kami kehilangan perasaan bahwa kami adalah klub yang besar dan itu adalah akhir dari dunia jika kami kalah dalam pertandingan di kandang. Saya pikir itu adalah kekhawatiran terbesar di klub kami,” ungkapnya.
Lebih jauh Amorim mengaku malu melihat MU saat ini. Ia mengecam MU yang sedikit bersantai karena sudah ke final Liga Europa. “Bagaimana perasaan seorang manajer di posisi tersebut, malu, dan sulit untuk diterima. Saya pikir semua orang harus berpikir serius tentang banyak hal di sini. Semua orang berpikir tentang final. Final bukanlah sebuah masalah saat ini di klub kami,” tutur Amorim.
Kapten Manchester United Bruno Fernandes sebal melihat performa timnya. Wajar catatan ini bikin kesal Fernandes karena MU sejatinya bisa tampil sebagus di Liga Europa. Di kompetisi itu, MU belum terkalahkan dan berpotensi jadi juara asalkan mengalahkan Tottenham Hotspur di final 22 Mei.
“Kami membuat banyak peluang, tapi itu saja tidak cukup. Kami harus bisa mengonversinya jadi gol. Di laga ini kami frustrasi karena tidak bisa melakukan itu. Kami tidak cuma bisa fokus ke final Liga Europa, kami harus tampil maksimal di setiap laga. Setiap poin di Premier League begitu penting untuk kami,” ujar Fernandes seperti dikutip Sky Sports.
Sayang memang, MU justru kalah di kandang sendiri. Theatre of Dreams adalah julukan Old Trafford. Tapi, kini fans justru banyak disuguhi banyak mimpi buruk di sana.
Bagi MU, ini adalah kekalahan keempat dari lima pertandingan terakhirnya. MU juga menderita kekalahan kandang kesembilan musim ini, menyamai catatan terburuk mereka di liga pada musim 1930/1931, 1933/1934, dan 1962/1963. Sementara itu, MU sudah 12 kali tertinggal duluan di kandang, hanya kalah dari Leicester City sebanyak 15 kali.
Ini mengalahkan catatan musim lalu di mana mereka 11 kali tertinggal duluan. Untuk kali pertama dalam 51 tahun, MU kalah 17 kali di kandang sepanjang musim ini, termasuk sembilan kali di liga. Maka, Old Trafford nampaknya bukan lagi ‘ramah’ bagi pemiliknya.***
