MU Terlalu Tangguh Bagi Athletic

Selebrasi  Bruno Fernandes dan rekannya usai mencetak gol ke gawang Athletic.

BILBAO – Manchester United (MU)  terlalu tangguh bagi tuan rumah Athletic Club saat menang 3-0 pada leg pertama semifinal Liga Europa  di San Mames, Jumat (2/5) dini hari WIB. Hasil yang bagus tentunya bagi MU.

Gol pembuka MU dicetak oleh Casemiro pada menit ke-30. MU kemudian mendapat hadiah penalti dan Athletic bermain 10 orang akibat kartu merah Daniel Vivian. Bruno Fernandes lantas memperbesar keunggulan MU menjadi 2-0 lewat eksekusi penalti. Fernandes mencetak gol lagi di menit ke-45.

Manajer MU, Ruben Amorim menyebut kartu merah menjadi angin segar buat timnya. Namun ia mengingatkan situasinya bisa berbalik di Old Trafford pekan depan.

“Hasilnya sangat bagus, tapi kami harus memahami hasilnya pada saat yang sama. Kami sangat kesulitan di awal dan kartu merah mengubah pertandingan. Pertandingan apapun bisa berubah dengan satu situasi. Kami punya kesempatan untuk mencetak satu gol lagi. Ini belum selesai dan mereka bisa melakukan yang sama di Old Trafford,” kata Amorim dikutip BBC.

Amirom menilai bahwa pengalaman tampil di kompetisi level tinggi menjadi salah satu hal penting yang mendukung kemenangan United. Terlebih beberapa pemain United sudah terbiasa tampil pada pertandingan-pertandingan fase akhir kompetisi sistem gugur.

“Ini semifinal, memang bukan Liga Champions, tapi tetap kompetisi Eropa, jadi pemain-pemain seperti Casemiro, Harry (Maguire), dan Bruno Fernandes sangat membantu,” ucap pria asal Portugal itu.

Bruno Fernandes punya rekor baru di Liga Europa. Kapten Manchester United itu jadi pemain tertajam dalam kontribusi gol di babak gugur.

Dilansir dari Squawka, Bruno sudah terlibat lebih dari 30 kali menjebol gawang lawan pada fase tersebut. Rinciannya, Bruno kemas 19 gol dan 12 assist. itu dibukukannya hanya dari 32 pertandingan di fase gugur.

Total ia sudah mengemas 27 gol dan 22 assist dari 56 penampilannya di Liga Europa. Bruno pun punya kans untuk jadi top assist Liga Europa sepanjang masa. Dirinya hanya berjarak dua assist dari Dockal, dengan catatan, itu termasuk era Piala Eropa sebelum berganti format dan nama jadi Liga Europa.

Hanya saja, Bruno belum pernah merasakan titel juara Liga Europa. Pencapaian terbaiknya adalah finalis di tahun 2021, MU dikalahkan Villarreal dalam adu penalti 11-12.

Harry Maguire punya andil dalam gol pertama Manchester United. Ia bergerak di sisi kanan untuk mencoba mengecoh lawan dan melepaskan umpan silang. Bola kemudian disundul Manuel Ugarte dan disambut oleh Casemiro.

Fernandes pun memberikan pujian untuk Maguire. “Sungguh winger yang hebat. Saya rasa dia bahkan tidak tahu punya bakat itu. Harry kini menjadi pria yang jauh lebih percaya diri. Saat bermain, posisinya menjadi lebih kokoh, dia pemimpin yang sangat baik dan kami berharap dia terus berkembang,” kata Fernandes.

Manchester United masih belum tumbang di Liga Europa musim ini. Mereka sudah menjalani sebanyak 13 laga di Liga Europa musim ini. Hasilnya, MU menorehkan delapan kemenangan dan lima hasil imbang. Soal gol, Man United sangat produktif. The Red Devils membukukan 31 gol dalam 13 laga.

Dalam catatan Opta, Bruno Fernandes juga cuma kalah dari pemain Liverpool, Mohamed Salah, yang terlibat banyak gol di semua kompetisi. Salah terlibat dalam 56 gol Liverpool musim ini, sementara itu Bruno Fernandes terlibat dalam 34 gol dengan rincian 18 gol dan 16 assist.

Dalam tujuh pertandingan di Liga Europa, MU mencatatkan 19 gol. Catatan itu bahkan lebih banyak dari produktivitas gol MU dalam 15 pertandingan di Premier League dengan catatan 18 gol.

Bagi Man United, Liga Europa memang ajang yang penting musim ini, karena menjadi satu-satunya jalan untuk MU lolos ke Liga Champions musim depan juga menyelamatkan musim ini dengan raihan trofi.

Sementara itu Pelatih Athletic, Ernesto Valverde, menyampaikan kekecewaannya terhadap sejumlah keputusan wasit Espen Eskas yang dinilai merugikan timnya.

Salah satu momen yang menuai kontroversi terjadi saat bek Bilbao, Daniel Vivian, diganjar kartu merah usai melanggar Rasmus Hojlund di kotak penalti.  Wasit asal Norwegia itu langsung menunjuk titik putih, keputusan yang kemudian dimaksimalkan Fernandes.

“Kami harus bermain dengan sepuluh orang dan tertinggal dua gol. Itu terasa sangat berat bagi kami,” ujar Valverde di situs klub. Ia juga mempertanyakan potensi pelanggaran handball yang dilakukan Alejandro Garnacho dalam proses terjadinya gol.  “Kami sudah mengajukan protes soal handball itu, tapi pada akhirnya semua tergantung pada wasit,” tegasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *