Arsenal Optimis Balikkan Keadaan di Paris

Mikel Merino, Pemain Arsenal.

LONDON – Kekalahan dari  Paris Saint-Germain (PSG) di Emirates Stadium tak bikin Arsenal ciut. The Gunners masih bisa sesumbar bakal comeback di markas Paris Saint-Germain pekan depan.

Arsenal takluk 0-1 saat menjamu PSG pada leg pertama babak semifinal Liga Champions di hadapan kerumunan pendukungnya sendiri, Rabu (30/4) dini hari WIB. Gol cepat Ousmane Dembele pada menit keempat mengejutkan Meriam London, yang lantas bereaksi tapi tak bisa mendapatkan gol penyama.

The Gunners pun menghadapi jalan cukup terjal untuk ke final Liga Champions. Sebab leg kedua atau laga penentuan akan digelar di Parc des Princes.

Secara matematis memang sangat memungkinkan karena marginnya hanya satu gol. Tapi Arsenal punya riwayat buruk setiap kali kalah di leg pertama: mereka belum pernah lolos setelah kalah di kandang sendiri pada leg pertama (5 kekalahan).

Bahkan di semifinal, sangat jarak tim bisa comeback usai kalah di rumah sendiri pada leg pertama. Hanya ada dua sepanjang sejarah Liga Champions, yakni Ajax pada 1995/1996 dan Tottenham Hotspur pada 2018/2019.

Gelandang Arsenal Mikel Merino menyebut nuansa di dalam tim sangat optimistis. “Kami tahu kalau kami tim yang sangat bagus, tim yang kuat dan kami sangat percaya diri bahwa kami akan memenangi leg kedua. Saya rasa orang-orang optimistis. Kami tahu apa yang kami tunjukkan (leg pertama) cuma awal dari bagaimana kami sesungguhnya, dan pastinya sangat percaya diri, sungguh gas pol untuk leg kedua. Menurut saya, yang kami pelajari adalah bahwa kami mampu mendominasi tim manapun, di manapun,” ujar Merino di situs klub.

Menurutnya,  Arsenal hanya kurang beruntung saat bertanding di kandang sendiri. “Ini adalah tim yang sangat ingin memainkan bola secara ofensif, sangat ingin mendesak lawan di kotak penalti. Kami sudah membuktikan bisa menghadapi siapa pun dan jadi tim yang utama di lapangan.  Kami menunjukkan sangat mampu unjuk gigi di mana pun. Kami tak sabar ingin ke Paris,” urainya.

Pada laga di Emirates Stadium lalu, PSG juga bukannya menjadi tak berkutik setelah bikin gol. Les Parisiens beberapa kali mengancam, namun selisih gol yang tipis dan pertandingan yang berjalan amat terbuka menunjukkan peluang masih sangat berayun antara kedua tim.

Arsenal, yang butuh mengejar ketertinggalan, niscaya perlu lebih efektif lagi. “Pertandingannya berat. Setiap menitnya berarti dan 10-15 menit pertama mungkin kami tidak tampil di level yang biasanya, tapi saya rasa kami pulih dengan sangat baik dari gol mereka. Kami menunjukkan karakter dan sikap yang besar, dan kami hampir mendominasi sisa jalannya pertandingan,” kata Merino.

Arsenal sebenarnya sempat mencetak gol tepat selepas turun minum, namun dianulir karena Merino lebih dulu offside. Pemain asal Spanyol itu berharap di leg kedua margin-margin tipis semacam itu berada di pihak Arsenal.

“Itu sulit dihadapi, tapi itulah margin yang ada di pertandingan-pertandingan semacam ini. Inilah sepakbola elite dan beberapa sentimeter saja bisa menentukan masa depan Anda. Jadi semoga di leg kedua, 10 sentimeter itu bisa memihak kami,” cetusnya.

Dari situs resmi UEFA, Arsenal tidak pernah bisa lolos setelah kalah di kandang pada leg pertama kompetisi Eropa. Lima kali kalah, semuanya berakhir dengan Arsenal masuk kotak. Terakhir, Arsenal disingkirkan Barcelona di Babak 16 Besar Liga Champions setelah kalah 0-2 di kandang dan 1-3 di tandang.

Sementara, PSG justru berhasil memetik 18 kemenangan dari 19 laga fase gugur jika menang di laga tandang pada leg pertama. Terakhir, PSG melakukannya saat menyingkirkan Brest di Playoff musim dengan skor 3-0 di leg pertama sebelum menang telak 7-0 di leg kedua.

“Kami baru babak pertama ini, jadi pesan saya persis sama seperti saat menghadapi Madrid (menang 3-0 di kandang). Kami harus menang di Paris, yang mana mampu kami lakukan,” ujar manajer Arsenal Mikel Arteta di situs resmi UEFA.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *