Hadapi Tantangan Global, Ini Strategi Trans Power Marine 

Direksi PT Trans Power Marine Tbk. (TPMA).

JAKARTA (LB)—Potensi perlambatan ekonomi dunia dapat berdampak pada permintaan energi global, termasuk batubara.

Menghadapi tantangan tersebut, Emiten pelayaran PT Trans Power Marine Tbk. (TPMA) terus beradaptasi dengan menerapkan berbagai inisiatif strategis untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

          Selama tahun 2024, Perseroan telah melaksanakan sejumlah langkah strategis guna memperkuat kapabilitas dan kapasitas bisnis.

“Salah satu tonggak penting adalah akuisisi 65% saham PT Bahtera Energi Samudra Tuah (BEST), yang diyakıni akan meningkatkan daya saing dalam industri pengangkutan laut,” kata Direktur Utama TPMA Ronny Kurniawan dalam RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) dan RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) pada Rabu (30/4/2025), di Jakarta.

Di samping itu, tambah Ronny, Perseroan juga membentuk perusahaan patungan PT Trans Ocean Permata (TOP) bersama PT Samudra Investama Maju dengan kepemilikan mayoritas sebesar 51%, sebagai upaya untuk memperluas kapasitas armada dan jaringan logistik Tak kalah penting, kerja sama dengan PT Resource Alam Indonesia (IDX: KKGI) melalui pembentukan PT Trans Bahtera Pioneer (TBP) menjadi langkah strategis untuk fokus pada pertumbuhan armada di wilayah Kalimantan.

“Strategi ini diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap kinerja Perseroan di tahun 2025 dan seterusnya, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan jasa logistik terpadu di sektor energi dan pertambangan,” ujarnya.

          Implementasi dari berbagai inisiatif tersebut tercermin dalam laporan keuangan konsolidasi tahun 2024 yang menunjukkan kinerja positif.

Setelah melakukan konsolidasi dengan PT Bahtera Energi Samudra Tuah sejak akuisisi yang efektif pada 15 Juli 2024, Perseroan mencatat pendapatan yang disajikan kembali sebesar US$119,1 juta, meningkat 7% dari US$111,2 juta di tahun 2023.

Pertumbuhan ini terutama berasal dari peningkatan volume pengangkutan selama tahun berjalan Selain itu, kontribusi dari entitas asosiasi, PT Trans Logistik Perkasa menambahkan penghasilan usaha sebesar US$3,8 juta.

Laba bersih Perseroan setelah disajikan kembali juga meningkat sebesar 19% dari USS 24,6 juta pada 2023 menjadi US$ 29,3 juta pada 2024 Di tahun 2023, laba bersili terdiri dari yang dapat diatribusikan kepada Perseroan adalah sebesar US$ 19,7 juta dan kepada Kepentingan Non-Pengendali sebesar US$ 4,91 juta.

Di tahun 2024, laba bersih terdiri dari yang dapat diatribusikan kepada Perseroan adalah sebesar US$ 25,21 juta dan kepada Kepentingan Non-Pengendali sebesar US$ 4,13 juta.

Bagian dari laba bersah tahun 2024 sebesar US$ 25,21 juta yang dapat ditetapkan penggunaannya oleh Perseroan dengan persetujuan dari pemegang Saham Perseroan

          Seiring dengan capaian tersebut, RUPST dan RUPSLB menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp80 per lembar saham atau sebesar Rp280,593,602,720, yang merepresentasikan kurang lebih 67.1% dari laba bersih tahun 2024 yang dapat di airibusikan ke pemilik entitas.

Perseroan senantiasa menjaga komitmen untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

          Perseroan bersama anak usaha dan Perusahaan asosiasi telah melakukan realisasi CapEx sebesar US$96 juta untuk pembelian 21 unit tug boat, 29 unit tongkang, dan 1 unit floating crane di 2024 Untuk Tahun 2025, Perusahaan bersama anak usaha dan Perusahaan asosiasi merencanakan pengadaan 30 unit tug boat, 31 unit tongkang, dan 1 unit floating crane dengan anggaran CapEx sebesar US$118 juta. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *