Pemain Crystal Palace saat mengalahkan Aston Villa.
LONDON – Crystal Palace jadi tim pertama yang melaju ke final Piala FA 2024/2025. Menghadapi Aston Villa, The Eagles menang 3-0 dalam pertandingan semifinal yang digelar di Wembley stadium, Sabtu (26/4) malam WIB.
Palace memecahkan kebuntuan pada menit 31. Eberechi Eze menerima umpan Ismail Sarr dari sisi kiri. Dia kemudian melepaskan sepakan voli melengkung yang gagal dihentikan kiper Emiliano Martinez.
Pada menit ke-51, Palace mendapatkan hadiah penalti setelah Eze dijatuhkan oleh Baubacar Kamara. Sayang tendangan Jean-Philippe Mateta mengenai mistar gawang sebelum keluar lapangan.
Mateta menebus kegagalan itu tujuh menit kemudian setelah mengkreasikan gol Sarr. Umpan Mateta berhasil dituntaskan penyerang asal Senegal itu sehingga kedudukan berubah 2-0.
Tertinggal dua gol, Villa menampilkan permainan yang lebih terbuka dan memasukkan Ian Maatsen, Leon Bailey serta Jacob Ramsey. Palace memanfaatkan permainan terbuka Villa dengan mencetak gol ketiga pada menit 90+4. Edward Nketiah berhasil merebut bola dari pemain Villa sebelum mengirimkannya kepada Sarr, yang kembali menaklukkan Martinez.
Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, tidak mampu menyembunyikan kegembiraannya. Ia mengaku puas dengan kemenangan tersebut dan memuji penampilan impresif Marc Guehi dan rekan-rekannya.
“Rasanya sangat baik, sangat menyenangkan. Saya sedikit kelelahan sekarang. Itu adalah pertandingan yang sangat intens, tidak hanya bagi para pemain, tetapi juga bagi kami semua. Para pemain harus bekerja sangat keras, menjaga konsentrasi dan fokus, tidak memberi peluang kepada Aston Villa, serta tetap menyerang pada momen-momen yang tepat untuk menciptakan peluang,” ujar Glasner seperti dikutip dari laman resmi klub
Ia mengaku, momen tersulit saat pemainnya gagal mengeksekusi penalti. “Para pemain tampil luar biasa dengan tetap berpegang teguh pada rencana permainan. Bagi saya, momen tersulit terjadi saat kami gagal mengeksekusi penalti, karena itu memberi mereka momentum, dan ada dua atau tiga situasi sulit yang harus kami atasi,” kata Glasner.
Ia juga memuji penampilan kiper tim. “Dean Henderson juga melakukan penyelamatan penting. Saya rasa itulah perbedaan dibandingkan saat kami kalah dari Newcastle,” tuturnya.
Bagi Palace, keberhasilan lolos ke final Piala FA adalah kali ketiga sepanjang sejarah klub. Sebelumnya, Palace sempat tampil di 1989/1990 dan 2015/2016, yang semuanya berujung kekalahan. Ironisnya dua kekalahan itu didapat dari klub yang sama, Manchester United.
Sementara bagi Aston Villa, dua pekan belakangan begitu menakutkan. The Villans tampil memble yang bikin mereka tersingkir dari dua kompetisi sekaligus.
Pada 16 April atau 10 hari lalu, Villa baru saja disingkirkan Paris Saint-Germain dengan agregat 4-5 di perempatfinal Liga Champions. Lalu, misi finis empat besar juga mendapat kendala usai kalah 1-2 dari Manchester City di Etihad Stadium, Rabu (23/4) dini hari WIB
Manajer Unai Emery pun meminta maaf atas hasil buruk Villa. Pria asal Spanyol itu berjanji akan segera mengembalikan Villa ke jalur kemenangan.
“Saya minta maaf kepada para suporter karena mereka begitu termotivasi. Kami harus lekas bangkit karena masih ada misi penting untuk diraih. Selamat untuk Crystal Palace dan kami akan lupakan kekalahan ini. Kami fokus ke laga berikutnya,” ujar Emery di Sky Sports.***
