Vatikan Bersiap Sambut Massa Besar di Pemakaman Paus Fransiskus

Situasi di Basilica Santo Petrus, Vatikan.

VATICAN – Pihak Vatikan melakukan persiapan akhir pada Jumat (25/4) waktu setempat untuk pemakaman Paus Fransiskus. Kerumunan besar pelayat terakhir melewati Basilika Santo Petrus untuk melihat peti jenazahnya yang terbuka.

Tak kurang dari 50 kepala negara lebih dan 10 raja yang menghadiri upacara pada Sabtu (26/4) pukul 10.00 waktu setempat di Lapangan Santo Petrus, termasuk Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Antonius Subianto Bunjamin, OSC yang juga Uskup Bandung, sudah berangkat ke Vatikan, Kamis (24/4) tengah malam WIB. Sementara Kardinal Ignatius Suharyo (Uskup Agung Jakarta) baru berangkat ke Vatikan sekitar tanggal 3 atau 4 Mei guna menghadiri Sidang Konklaf (pemilihan Paus baru) yang dijadwalkan mulai tanggal 6 Mei.

“Pihak berwenang Italia dan Vatikan telah menempatkan area di sekitar Basilika Santo Petrus di bawah pengamanan ketat menjelang pemakaman, dengan memblokir pesawat nirawak, menempatkan penembak jitu di atap, dan menyiagakan jet tempur,” demikian pernyataan dikutip dari Union of Catholic Asian News.

Polisi mengatakan pos pemeriksaan lebih lanjut diaktifkan pada malam  25 April waktu setempat. Puluhan ribu orang telah mengantre selama berjam-jam untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Fransiskus, yang peti jenazahnya ditutup pada Jumat (25/4) pukul 20.00 waktu setempat dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh para kardinal senior.

Kardinal Kevin Farrell selaku Camerlengo (Kepala Rumah Tangga Vatikan) yang menjalankan urusan sehari-hari Vatikan hingga paus baru terpilih, akan memimpin apa yang disebut “Ritus Penyegelan Peti Jenazah.”

Paus bernama asli Jorge Mario Bergoglio, orang pertama Amerika Latin di Gereja Katolik itu meninggal pada 21 April, dalam usia 88 tahun, kurang dari sebulan setelah menghabiskan waktu berminggu-minggu di rumah sakit karena pneumonia parah.

Paus yang berasal Argentina itu, telah lama menderita sakit, menentang perintah dokter dengan hadir pada Paskah, momen terpenting dalam kalender Katolik.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *