AC Milan Gagalkan Misi Treble Inter

Kegembiraan pemain AC Milan usai Luka Jovic mencetak gol ke gawang Inter Milan.

MILAN – AC Milan menang meyakinkan 3-0 atas Inter Milan pada leg kedua semifinal Coppa Italia yang berlangsung di Giuseppe Meazza, Kamis (24/4) dinihari WIB. Impian Inter untuk merebut treble musim ini pun sirna.

Rossoneri mampu unggul dua gol berkat brace dari Luka Jovic yakni pada menit ke-36 dan 50. Lalu Tijjani Riejnders menutup kemenangan Milan berkat golnya di menit ke-85.

Kemenangan ini mengantarkan Il Diavolo ke laga final. Milan melaju ke partai puncak usai unggul agregat 4-1. Pada leg pertama, duel berakhir imbang 1-1.

Kemenangan Milan ini terbilang mengejutkan karena Inter lebih diunggulkan. Hal tersebut berkaca pada performa kedua tim di musim ini.

Inter punya laju yang baik dengan berpeluang meraih treble. Kebalikan dengan Milan yang terseok-seok di musim. Mereka saat ini berada di peringkat ke-9 Serie A dengan 51 angka.

Milan juga hanya meraih satu kemenangan dalam lima laga terakhir sebelum berjumpa Inter. Pekan lalu, Rossoneri kalah 0-1 dari Atalanta di Serie A.

Namun, pelatih Milan, Sergio Conceicao, justru sudah yakin timnya bakal menang melawan Inter usai kalah dari La Dea. Pasalnya Il Diavolo sudah tampil sangat kompak saat melawan Atalanta meski kalah. Milan bisa mempertahankan kesolidan mereka tersebut di laga melawan Inter.

“Saya sudah merasakannya sejak pertandingan melawan Atalanta.  Detail-detail kecil itu penting, saya menyukai sikap dan kekompakan tim dalam bertahan dan menyerang. Kami sedikit kesulitan di beberapa menit pertama, tetapi kami mencetak gol pada akhirnya. Kami memperbaiki beberapa hal di babak pertama dan kemudian tampil sangat baik di babak kedua. Tim ini memiliki kualitas, tetapi juga kerendahan hati dan keinginan untuk memenangkan setiap pertandingan,”  kata Conceicao kepada SportMediaset.

Conceicao  juga melemparkan pujian kepada dua penyerang tengahnya, yaitu Jovic dan Tammy Abraham. Jovic yang mencetak brace di laga ini, menambahkan catatan golnya menjadi empat gol dari lima pertandingan. “Dia bekerja cukup baik dalam tiga atau empat pekan terakhir. Dia juga sudah menurunkan berat badannya, sehingga mampu memberikan sesuatu yang kami inginkan untuk laga ini,” ujar Conceicao.

Di lag aitu Jovic main jadi starter.  Jovic dapat pujian dari para suporter. Walau sejatinya, sang striker itu diyakini akan didepak AC Milan di akhir musim nanti. Dilansir dari Football Italia, AC Milan merekrut Jovic pada musim panas 2023. Jovic dibeli dari Fiorentina, seharga 500 ribu Euro.

Jovic sebelumnya pernah mencuri perhatian, ketika dibeli Real Madrid seharga Rp1,2 triliun dari Eintracht Frankfurt. Sayangnya, karier pemain asal Serbia itu mandek.

Milan pun hanya mengontrak Jovic sampai musim panas 2025. Rossoneri diyakini tidak akan memperpanjang kontrak pemain berusia 27 tahun itu.

Conceicao pun memberikan simpatinya kepada Jovic.  “Jovic bermain bagus hari ini. Dia terkoneksi dengan baik dengan para gelandang,” tuturnya.

Di pihak lain, pelatih Inter Milan Simone Inzaghi tak mau menjadikan kelelahan sebagai alasan kekalahan. Meski, ia mengakui Si Ular harus menjalani jadwal yang padat.

“Itu tidak bisa dijadikan alasan. Kami perlu menunjukkan fokus maksimal di area penalti, dan malam ini kami tidak melakukannya. Setiap tim mengalami kelelahan. Kami memiliki jadwal yang lebih padat daripada yang lain, tetapi sekali lagi, itu bukan alasan. Jika kami tidak berhasil mencapai final, itu berarti kami tidak melakukan yang terbaik,” kata Inzaghi dikutip dari Football Italia.

Inter kini hanya fokus untuk bisa juara di Serie A dan Liga Champions. Langkah mereka juara di dua kompetisi ini juga berat.

Di Serie A, Inter juga baru saja kalah 0-1 dari Bologna. Nerazzurri yang berada di puncak klasemen kini punya poin sama dengan Napoli di urutan kedua. Inter juga bakal menghadapi lawan berat di semifinal Liga Champions yaitu Barcelona.

Napoli sebagai pesaing Inter tidak bermain di kompetisi mana pun lagi, sementara Barcelona harus dilewati dulu sebelum melaju ke final.  “Kami harus tetap kuat. Memang ada lelah fisik dan mental, kami harus lebih kuat dari itu semua. Perjalanan ini membawa kebahagiaan dan juga kekecewaan seperti malam ini. Kami harusnya bisa lebih baik, kami tidak tampil oke baik di kotak penalti sendiri maupun lawan,” ujar Inzaghi.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *