JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada Senin (27/7) sore, di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
IHSG ditutup melemah 10,65 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.185,78. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,23 poin atau 0,36 persen ke posisi 612,56.
Sepanjang Senin, IHSG dibuka melemah, bergerak di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 0,72 persen, diikuti oleh sektor teknologi yang naik sebesar 0,33 persen.
Sedangkan, delapan sektor melemah yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 1,29 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor energi yang turun masing-masing sebesar 0,75 persen dan 0,66 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu DMMX, BAJA, ZONE, TAMA, dan MCAS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni KDTN, ARKO, MLPT, OMRE dan OILS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.790.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,00 miliar lembar saham senilai Rp12,12 triliun. Sebanyak 318 saham naik, 360 saham menurun dan 287 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 0,66 persen ke 65.038,00, indeks Shanghai menguat 1,15 persen ke 3.858,25, indeks Hang Seng menguat 0,98 persen ke 25.207,18, indeks Kospi menguat 0,97 persen ke 6.755,75 dan indeks Strait Times menguat 0,55 persen ke 5.619,20.***
