Enzo Maresca bersama manajemen Manchester City.
MANCHESTER – Enzo Maresca dipercaya manajemen Manchester City untuk menahkodai klub tersebut. Ia pun menyadari ekspektasi tinggi yang mengiringi kedatangannya. Maresca tahu ia harus membawa City jadi juara.
Maresca menggantikan posisi Pep Guardiola yang hengkang pada musim panas ini. Ia diikat dengan kontrak tiga tahun. Mengisi posisi yang ditinggalkan Guardiola menjadi tantangan besar untuk Maresca. Guardiola membawa The Citizens meraih total 20 trofi dalam 10 tahun kepelatihannya.
Maresca sadar betul tuntutan tinggi yang akan dihadapinya di City. Apalagi Erling Haaland dan kolega gagal juara Premier League dalam dua musim terakhir.
“Saya di sini mengerti ini adalah klub yang harus juara. Di klub-klub sebelumnya di Leicester dan Chelsea, kami mempersembahkan gelar dan saya gabung tahu kalau kami harus juara, tapi saya tidak berpikir soal Mei atau Juni.Saya berpikir soal masa kini, besok, 20 pemain muda dan bagaimana kami bisa berkembang, kemudian kita lihat saja dari hari ke hari,” kata Maresca di situs resmi klub.
Maresca sebelumnya membawa Chelsea menjuarai Conference League 2024/25 dan Piala Dunia Antarklub 2025. Sementara pada 2023/24, pelatih asal Italia itu mengantar Leicester City promosi ke Premier League.
Ia juga tak bisa memungkiri dirinya dalam tekanan besar. Pasalnya ia di bawah bayang-bayang sukses sang mentor.
Tapi ada rekam jejak bagus di Man City yang bikin Maresca bisa bekera dengan tenang. Mereka tak banyak berganti manajer dalam 17 tahun terakhir, periode yang dilewati dengan tiga sosok: Roberto Mancini, Manuel Pellegrini dan Guardiola.
“Klub ini punya tiga manajer dalam 17 tahun. Ini kan tidak normal, jadi ini salah satu alasan saya percaya diri bahwa kami bisa bekerja dengan baik dan melanjutkan kinerja selama bertahun-tahun ini. Roberto pernah di sini, lalu Manuel, dan kemudian Pep selama 10 tahun.” kata Maresca
Maresca percaya diri, Manchester City tidak akan bernasib seperti ia di Manchester United (MU). Di mana MU sukses dan konsisten selama 26 tahun di bawah Alex Ferguson,. Namun MU kesulitan usai si manajer legendaris pensiun pada 2013. Tak sekadar belum juara Premier League lagi, MU bahkan cuma enam kali finis empat besar selama 13 tahun terakhir.
Pada prosesnya, Setan Merah menunjuk tujuh manajer permanen tapi tidak ada yang bertahan lebih dari tiga musim.
Di sisi lain, Guardiola hengkang dari Manchester City setelah mempersembahkan 20 trofi kompetisi utama, termasuk enam titel Premier League dan sekali Liga Champions.
“Saya menganggap Pep itu pelatih terbaik di dunia dalam 20-25 tahun, jadi ini adalah sebuah tantangan. Ini menyenangkan, ini adalah sebuah privilese sekaligus sejarah manajer yang telah bertahun-tahun berada di klub yang sama selalu sedikit kesulitan, seperti setelah Sir Alex. Ini adalah sebuah tantangan besar untuk semua orang. Namun, saya pikir organisasinya adalah hal yang utama. Klub ini kan punya tiga manajer dalam 17 tahun,” ungkapnya di Mirror.
Lantas bagaimana Maresca memandang skuad City? Ada dua pemain yang dia soroti yakni Phil Foden dan Rodri.
Maresca mengapresiasi Foden yang meneken kontrak baru di Manchester City. Bos baru The Citizens memberinya saran agar bisa bersinar lagi. Gelandang serang asal Inggris itu bertahan sampai 2030 di Etihad.
Musim lalu, Foden masih kepayahan di City. Usai membantu memenangkan treble pada musim 2022/2023, pemain berusia 26 tahun itu belum kembali ke bentuk terbaiknya.
Foden cuma membuat 10 gol dan 7 assist dari 50 penampilannya. Sebanyak 17 kali ia masuk jadi pemain pengganti.
Performa Foden yang masih redup kini coba diatasi Maresca. “Saya hanya ingin membantu Phil menjadi Phil yang kita semua harapkan. Pertama-tama demi dirinya sendiri karena dia perlu menikmati sepak bola, dan kedua karena saya tahu betapa hebatnya dia. Jika Phil dalam kondisi fisik dan mental yang baik, dia bisa memenangkan pertandingan. Pada musim treble, dia tampil fantastis, dan musim berikutnya dia meraih gelar Pemain Terbaik Tahun Ini,” kata Maresca.
Maresca juga santai saja dengan rumor Rodri ke Real Madrid. “Kami harus mengatakan bahwa di sekitar pemain-pemain penting itu selalu ada spekulasi. Jadi saya tidak khawatir tentang hal itu, ini wajar, juga karena mereka (Spanyol) juara Piala Dunia,” kata Guardiola.***
