Prosesi penyerahan bendera pataka ADYTI.
PELANTIKAN DPP ADYTI MASA BAKTI 2024 – 2029
JAKARTA (LB)—Pelantikan DPP ADYTI (Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia) masa bakti 2024 – 2029 yang digelar di Museum Hakka Taman Budaya Tionghoa Indonesia TMII (Taman Mini Indonesia Indah) Jakarta pada Sabtu (12/4/2025) berlangsung sukses.






Selain dihadiri oleh keluarga besar ADYTI dari berbagai daerah, prosesi pelantikan juga dihadiri oleh Menpora yang diwakili oleh Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Yuslan, Direktur Urusan Agama Buddha Kemenag Nyoman Suriadarma, Duta Besar Vietnam, Duta Besar Laos, Duta Besar Seycheles serta para tokoh dan tamu kehormatan antara lain Benny Sofwan Benyamin, Maha Bhiksu Dutavira Sthavira (Suhu Beni), Laksamana Muda I Gusti Putu Ngurah Sedana, Iwan Mahatirta, Yusuf Hamdani, Radius Wibowo, Tony Herman, Toni Antonius, Makmun Hamzah, Yohanes, Mulyawan Jahja, Tirta Hadi, Hendra Yan Chandra, dan Leo Abraham.


Dr. (H.C) Drs. Efendi Hansen Ng, Ketua Umum ADYTI masa bakti 2024 – 2029, dalam pidato sambutannya menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan amanah untuk menahkodai ADYTI pada Munas (Musyawarah Nasional) pada 14 Desember 2024.
“Sungguh merupakan sebuah kehormatan bagi saya mendapatkan amanah untuk menjadi Ketua Umum ADYTI. Dengan dilantiknya kepengurusan yang baru, kita semua diingatkan kembali pada tanggung jawab besar untuk terus mengembangkan, membina, dan melestarikan seni bela diri Taiji Quan, dan Qi Gong, di tanah air tercinta untuk mewujudkan Indonesia Bugar 2045, sesuai keinginan dan cita-cita pendiri ADYTI dan PORPI yaitu Almh. Ibu Tjandra Herawati Widjaja,” ujar Efendi Hansen.

Menurutnya, Taiji Quan bukan hanya sekadar seni bela diri, melainkan juga filosofi hidup yang mengajarkan keseimbangan, keselarasan, serta ketenangan jiwa dan raga. Nilai-nilai ini sangat relevan dalam kehidupan masyarakat kita yang semakin dinamis dan penuh tantangan.
“Mari kita jadikan ADYTI sebagai wadah yang inklusif, terbuka, dan bersinergi dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah, swasta, maupun komunitas seni bela diri lainnya untuk bersama-sama mengangkat marwah dan keberadaan Dong Yue Taiji Quan sebagai bagian dari kekayaan budaya dan olahraga Indonesia,” tambah Efendi Hansen.


Efendi Hansen lalu berpesan kepada jajarannya untuk menjalankan amanah yang diberikan dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat kebersamaan.
ADYTI yang didirikan oleh Almh. Tjandra Herawati Widjaja, lalu dikembangkan oleh Wirawati Hartawan yang mejadi Ketua Umum masa bakti 2019 – 2024, saat ini sudah memiliki kepengurusan daerah di 16 provinsi. Dimana dua provinsi yang baru terbentuk yaitu Sumatera Utara dan Kalimantan Barat.


“Kami berharap kedepannya berharap kedepannya ADYTI akan menjangkau seluruh provinsi di Indonesia,” ucap Efendi Hansen.
Selepas pelantikan, Efendi Hansen beserta keluarga dari Almh. Tjandra Herawati Widjaja melakukan prosesi pemasangan foto Ibu Almh. Tjandra Herawati Widjaja di ruang Merah Putih Museum Hakka.


Pemasangan foto Almh. Tjandra Herawati Widjaja yang berdampingan dengan tokoh – tokoh Tionghoa yang berjasa terhadap Tanah Air Indonesia ini sebagai bentuk pemberian kehormatan.
Almh. Tjandra Herawati Widjaja dinilai telah berjasa besar terhadap perkembangan taiji, dan telah layak menjadi Pahlawan Taiji serta sebagai tokoh legendaris. **
