Pramono Cari Dana Alternatif di Luar APBD untuk Bangun JPO Tendean

Kondisi JPO Tendean yang ditabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa (14/7) pagi.

JAKARTA (LB)- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengakui pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Karena itu, Pramono akan menggelar rapat khusus pekan depan untuk membahas cara mempercepat pembangunan JPO sekaligus mencari sumber pendanaannya.

“Saya sudah minta untuk diagendakan minggu depan ini rapat khusus mengenai JPO Tendean. Bagaimana pembangunannya? Kalau melalui anggaran, butuh waktu lama sekali. Karena untuk APBD, enggak mungkin. Harus di APBD Perubahan,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (16/7).

Agar pembangunan bisa lebih cepat, Pramono mengatakan, Pemprov DKI akan mencari sumber pendanaan lain di luar APBD. Salah satu pilihannya adalah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Selain itu, Pemprov juga membuka peluang bekerja sama dengan perusahaan melalui skema naming rights (hak penamaan), yaitu perusahaan membantu membangun JPO dan nama perusahaan tersebut dipasang pada fasilitas tersebut.

Selain itu, Pemprov juga mempertimbangkan penggunaan dana dari Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maupun Surat Persetujuan Peningkatan Luas Lantai (SP3L). “Maka saya akan mencari solusi apakah bisa melalui forum CSR, atau melakukan strategic partner dengan salah satu perusahaan yang kemudian naming rights-nya akan mereka gunakan, atau melalui KLB atau SP3L,” kata Pramono.

Ia menegaskan, JPO Tendean harus segera dibangun kembali karena berada di kawasan yang ramai dilalui masyarakat.

“Pada prinsipnya, enggak boleh terlalu lama untuk tidak dibangun karena tempat itu merupakan tempat yang strategis,” ucap dia.

Selain membahas pembangunan, rapat khusus pekan depan juga akan membahas apakah Pemprov DKI akan menuntut pihak yang bertanggung jawab atas robohnya JPO. Pramono mengatakan, keputusan mengenai langkah tersebut akan diambil setelah rapat digelar.

“Pertanyaan kemarin mengenai apakah kita akan menuntut kepada perusahaan ataupun dalam rapat nanti akan saya putuskan,” kata dia. Sebelumnya, JPO Tendean roboh setelah ditabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa (14/7) dini hari. Setelah kejadian itu, sisa bangunan JPO dibongkar demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan memperlancar arus lalu lintas. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *