Harry Kane dan Jude Bellingham, tumpuan Inggris.
ATLANTA – Inggris menembus semifinal Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Norwegia di perempatfinal. Pasukan Thomas Tuchel itu menang 2-1 lewat babak perpanjangan pada Minggu (12/7) dini hari WIB.
Ini merupakan semifinal kedua untuk Inggris dalam tiga Piala Dunia terakhir. Mereka juga merupakan finalis di dua edisi terakhir Euro atau Piala Eropa.
Walau demikian, Inggris belum juga berhasil mengangkat trofi. Kapten Inggris Harry Kane berharap perjalanan timnya kali ini berakhir dengan manis.
“Ini adalah era yang sangat sukses untuk tim nasional kami. Tentu saja kami ingin menyelesaikannya dengan sukses. Sekarang itu kepingan yang hilang. Kami sudah sangat dekat. Kami masuk ke semifinal dan final. Ini pekan yang penting. Kami punya delapan hari tersisa di turnamen ini,” kata Kane seperti dilansir Sky Sports.
Ia menyebutkan timnya sudah menunjukkan tekad yang besar. “Kami sudah bersama selama enam pekan dan menunjukkan keinginan yang besar untuk juara dan kami akan butuh dorongan yang lebih besar untuk pekan terakhir. Pada akhirnya kami ada di semifinal Piala Dunia dan itu tidak selalu terjadi di tim nasional ini jadi kami harus menikmatinya,” tuturnya.
Kane juga menanggapi friksi antara manajer Thomas Tuchel dan Jude Bellingham usai mengalahkan Norwegia. Ia menilai bukan maksud sang gaffer untuk mengkritik pemain.
Saat itu Tuchel melontarkan kritikan kepada para pemainnya. Kepada ITV, ia menyebut The Three Lions bermain ‘ceroboh’ dan ‘beruntung’ bisa lolos ke semifinal.
Dimintai pendapat secara terpisah, Bellingham tampak tak terkesan dengan jawaban pelatihnya. “Mungkin itu berarti dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti itu melawan Erling Haaland, (Martin) Odegaard, (Antonio) Nusa, (Alexander) Sorloth,” ujar Bellingham kepada DAZN.
Bellingham menyebutkan seluruh pemain sudah berjuang sekuat tenaga untuk menang. “Itu bukan tim yang mudah untuk dihadapi. Saya pikir kami telah mencoba menciptakan lingkungan yang positif, kami harus melanjutkan itu hingga babak semifinal. Saya sangat menghargai para pemain. Anda tidak akan memenangkan setiap laga hanya dengan mengoper bola dan melakukan 1.000 umpan. Terkadang Anda harus menang dengan cara ‘kotor’ dan kami melakukannya lagi malam ini,” tegasnya.
Kane sebagai kapten Inggris pun terseret dalam drama ini. Striker Bayern Munich itu menilai sang pelatih memiliki tujuan baik dari ucapannya.
“(Tuchel) melihat kami berlatih dan melihat kekompakan kami serta melihat apa yang bisa kami lakukan, terutama dengan pemain yang kami miliki, cara kami menyerang, duel satu lawan satu, dan keterampilan kami. Dia hanya ingin melihat versi diri kami yang seperti itu. Dia tahu betul bahwa ini tidak sesederhana itu, kami bermain menghadapi lawan yang bagus,” kata Kane, dikutip The Athletic.
Tuchel sendiri sudah melupakan hal itu dan menyatakan kemenangan dramatis atas Norwegia menjadi modal penting Inggris untuk bersiap menghadapi semifinal kontra Argentina.
“Kami memiliki fasilitas terbaik dan kami akan siap. Dari lubuk hati saya, tidak diragukan lagi saya bangga dan Bahagia. Saya merasa sangat terhubung dengan tim ini karena mereka melakukan apa pun yang diperlukan untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Mereka menolak untuk kalah,” kata Tuchel.
Laga Inggris kontra juara bertahan Argentina akan digelar di Mercedes-Benz Stadium, Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB.***
