Wali Kota Tjhai Chui Mie Mengapresiasi Kepedulian Abraham Rudy dan Helga Abraham Lakukan Bedah Sejumlah Rumah Warga di Singkawang

Tjhai Chui Mie, Abraham Rudy, Helga Abraham, pihak terkait dan penerima manfaat di depan salah satu rumah yang selesai dibedah.

Tjhai Chui Mie 
Helga Abraham
Deja Yusmana

SINGKAWANG – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie memberikan apresiasi kepada Abraham Rudy dan Helga Abraham atas kepedulian dalam membedah sejumlah rumah warga di Singkawang.

Hal itu disampaikan  Tjhai Chui Mie, saat meresmikan beberapa unit rumah layak huni hasil bantuan donatur Abraham dan Helga di kediaman Sih Supatni, Jalan Sepakat II, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Sabtu (4/7).

Abraham Rudy adalah Dewan Penyantun Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan Dewan Kehormatan Perhimpunan Tionghoa Kalbar (PTK) Indonesia. Sementara Helga Abraham adalah Ketua Umum  Persaudaraan Wanita Tionghoa Indonesia (PERWANTI) PSMTI  dan President Asian Chinese Youth Association (ACYA).

Abraham Rudy, Helga Abraham, warga penerima manfaat menggunting pita peresmian penyerahan rumah, disaksikan Tjhai Chui Mie.
Abraham Rudy secara simbolis menyerahkan kunci kepada warga penerima manfaat didampingi Tjhai Chui Mie, Helga Abraham dan Deja Yusmana.
Helga Abraham secara simbolis menyerahkan kunci kepada warga penerima manfaat didampingi Tjhai Chui Mie, Abraham Rudy dan Deja Yusmana.

Ada 10 unit rumah yang selesai dibangun merupakan sumbangan Abraham Rudy dan Helga Abraham. Sementara satu unit rumah sumbangan PERWANTI Bogor. Seluruhnya diserahterimakan kepada penerima manfaat. Sedangkan sejumlah unit lainnya masih dalam proses penyelesaian.

“Atas nama Pemerintah Kota Singkawang dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Abraham dan Ibu Helga. Kepedulian dan cinta kasih yang diberikan kepada sesama, khususnya di bidang perumahan, sangat luar biasa,” ujar Tjhai Chui Mie.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, aman dan sejahtera.

Tjhai Chui Mie, Abraham Rudy, Helga Abraham, Deja Yusmana (Ketua Yayasan Tali Cahaya Mutiara Peduli Kasih) dengan warga penerima maanfaat bedah rumah.
Tjhai Chui Mie, Abraham Rudy, Helga Abraham, Deja Yusmana, pihak terkait, warga masyarakat dan penerima manfaat bedah rumah.
KI-KA: Bupati Sambas H. Satono, Abraham Rudy,  Wali KotaTjhai Chui Mie, Helga Abraham, Yordanus (Ketum PTK Indonesia).

Ia menjelaskan, berbeda dengan program bantuan stimulan rumah dari pemerintah yang bersifat peningkatan kualitas hunian, bantuan dari Abraham dan Helga dilakukan dengan membongkar rumah lama yang sudah tidak layak hingga membangun kembali rumah baru yang siap ditempati.

“Ini bukan sekadar perbaikan rumah, tetapi membangun rumah baru yang siap dihuni. Tentu ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat luar biasa,” katanya.

Tjhai Chui Mie juga mendoakan agar Abraham dan Helga senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, kebahagiaan, serta kesuksesan dalam setiap aktivitasnya. Ia berharap semangat berbagi tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi membantu masyarakat.

“Kami berharap semakin banyak donatur yang ikut berpartisipasi membantu masyarakat Kota Singkawang, khususnya warga yang masih menempati rumah tidak layak huni,” ungkapnya.

Tjhai Chui Mie turut mengapresiasi Yayasan Tali Cahaya Mutiara (TCM) Peduli Kasih yang selama ini mendampingi proses penyaluran bantuan, mulai dari survei lapangan, verifikasi calon penerima hingga memastikan bantuan diberikan kepada warga yang memenuhi kriteria.

Deja Yusmana menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Abraham Rudy.
Tjhai Chui Mie, Helga Abraham dan Deja Yusmana memperlihatkan Piagam Penghargaan yang diterima.
 

Penerima bantuan diprioritaskan bagi masyarakat yang menempati rumah tidak layak huni serta memiliki kepemilikan lahan yang sah sehingga pembangunan rumah dapat dilakukan sesuai ketentuan.

Helga Abraham mengaku bersyukur program tersebut dapat selesai dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. “Kami bersyukur bisa hadir di sini dan melihat bedah rumah ini berjalan dengan baik dan lancar. Harapannya, program ini menjadi berkat dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Helga, rumah bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi tempat bertumbuhnya harapan, kasih sayang dan masa depan sebuah keluarga.

Kondisi salah satu bagian dalam rumah sebelum dibedah.
 

“Rumah ini bukan sekadar atap dan bangunan. Kami berharap dari rumah ini lahir keluarga yang bahagia, anak-anak dapat tumbuh dengan baik, serta menjadi keluarga yang bermanfaat bagi Kota Singkawang dan bangsa Indonesia,” katanya.

Rasa haru terpancar dari raut wajah Supatmi salah satu warga kota Singkawang, saat memasuki rumah barunya yang telah selesai dibangun melalui program bedah rumah dari donatur. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah yang bocor setiap musim hujan, kini ia dapat menempati hunian yang lebih layak dan nyaman. Program bedah rumah ini tidak membedakan latar belakang warga masyarakat. Tapi diperuntukkan bagi masyarakat yang kondisi rumahnya sudah tidak layak lagi.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *