Kasus kekeringan mulai terjadi di Kabupaten Karawang.
KARAWANG (LB)- Kasus kekeringan mulai terjadi di Kabupaten Karawang. Sedikitnya 3.428 jiwa dengan 1.228 kepala keluarga (KK) mulai kesulitan air bersih. Tiga desa di dua kecamatan sudah mengalami kekeringan dan diduga akan menyebar ke desa sekitarnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mulai menyalurkan air bersih permintaan warga yang kekeringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharam mengatakan berdasarkan laporan yang masuk ke kantor BPBD sudah ada tiga desa yang mengalami kekeringan di dua kecamatan.
Desa tersebut yaitu Desa Kutalanggeng Kecamatan Tegalwaru dan Desa Kutamekar dan Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel.
“Tiga desa ini sudah berdampak kekeringan mulai awal Juni kemarin. Biasanya desa yang mengalami kekeringan akan bertambah jika hujan sudah sama sekali tidak turun saat musim kemarau,” kata Ferry, Senin (6/7).
Menurut Ferry karena sudah ada desa yang mengalami kekeringan pihak BPBD juga sudah mulai memberikan bantuan air bersih. Pemberian bantuan air bersih masih berjalan lancar karena desa yang kekeringan masih sedikit. Namun ketika puncak musim kekeringan datang maka jumlah desa yang terdampak mencapai ratusan desa.
” Kalau sekarang desa yang mengalami kekeringan masih sedikit dan kami masih lancar memberikan bantuan. Namun jika sudah ratusan desa yang kekeringan kami akan kesulitan menyalurkan air bersih. Itu bisa terjadi karena jarak desa yang satu dengan lainnya cukup jauh. Belum lagi jumlah debit air akan semakin meningkat,” katanya.
Ferry mengatakan musim kekeringan di Karawang sudah mulai datang di Karawang dan dialami 3 desa sejak awal Juni. Sejak saat itu pihak BPBD mulai menyalurkan bantuan air bersih ke desa yang kekeringan. Bantuan itu setelah desa yang terdampak membuat laporan ke BPBD.
“Bantuan air bersih kami berikan setelan menerima laporan dan memastikan kebenaran laporan itu,” katanya.
Menurut Ferry sejak masuknya musim kekeringan di Karawang, BPBD sudah menyalurkan 75 ribu liter air bersih untuk warga yang terdampak. Distribus air bersih dilakukan secara rutin karena warga sudah kesulitan air bersih setiap harinya. “Bantuan air bersih kami kirim menyesuaikan dengan kebutuhan warga desa. Namun kalau desa yang terdampak semakin banyak kami berharap warga juga menyesuaikan kondisi agar lebih hemat air bersih,” katanya. *
