Moussa Niakhaté, Pemain Senegal.
SEATTLE – Bek tim nasional Senegal Moussa Niakhaté mengakui kekecewaan mendalam setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Wakil Afrika itu kalah 2-3 dari Belgia pada laga babak 32 besar di Stadion Lumen Field, Seattle, Washington, Amerika Serikat, Kamis (2/7) dini hari WIB.
Senegal sejatinya sempat berada di atas angin setelah unggul dua gol lebih dulu. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Belgia mampu mencetak dua gol balasan dalam waktu singkat dan membalikkan keadaan hingga akhir pertandingan.
Niakhaté menyebut kekalahan tersebut sangat menyakitkan karena Senegal merasa mampu mengontrol pertandingan selama sebagian besar waktu. “Kami sangat kecewa. Dalam lima menit kami kehilangan dua gol, padahal selama 80 menit kami bermain sangat baik,” ujar Niakhaté.
Ia menilai hasil tersebut sebagai sesuatu yang ‘kejam’ bagi timnya, mengingat Senegal tampil solid hampir sepanjang laga, hanya saja gagal menjaga konsentrasi pada momen-momen krusial.
Detail kecil dinilai Niakhaté menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut, terutama saat Belgia mulai menemukan ritme permainan dan memanfaatkan celah di lini pertahanan Senegal. “Kami memberikan segalanya. Tentu ada kesalahan, kalau tidak kami pasti lolos ke babak berikutnya,” katanya.
Niakhaté juga menyoroti bagaimana kekalahan tersebut berdampak emosional tidak hanya bagi pemain, tetapi juga bagi publik Senegal di dalam maupun luar negeri.
“Saya tidak bisa membayangkan orang-orang Senegal di Dakar, di seluruh dunia. Kami membuat mereka bangga selama beberapa bulan terakhir, tapi hari ini kami mengecewakan mereka,” katanya.***
