Semangat Juang Meksiko Sukses Atasi Perlawanan Sengit Ekuador

Selebrasi Julian Quinones dan rekannya usai mencetak gol ke gawang Ekuador.

MEXICO CITY – Meksiko melanjutkan kiprah mereka ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan  Ekuador 2-0 pada babak 32 besar di Mexico City Stadium, Rabu (1/7) pagi WIB. Dua gol  El Tri dicetak oleh Julian Quinones di menit ke-22 dan  Raul Jimenez pada menit ke-31.

Pelatih Meksiko Javier Aguirre Onaindia memuji soliditas permainan Quinones dan kawan-kawan. Menurutnya para pemain menunjukkan disiplin, mental dan kerja keras yang tinggi guna menaklukkan lawan. “Pemain menunjukkan semangat pantang menyerah untuk menang,” kata Aguirre dilansir dari laman FIFA.

Dia menyatakan kemenangan tersebut merupakan buah dari penampilan kolektif yang nyaris sempurna, sesuai target yang telah dia tekankan kepada para pemain sebelum pertandingan.

Pelatih berumur 67 tahun itu juga mengapresiasi konsentrasi para pemain yang mampu menjalankan rencana permainan dengan baik guna menghadapi tekanan dari Ekuador sepanjang laga. Bagi Aguirre, Ekuador merupakan lawan yang tangguh sehingga Meksiko harus tampil disiplin sejak menit pertama hingga peluit akhir dibunyikan.

“Pemain melakukan segalanya untuk meraih kemenangan. Laga sendiri berlangsung ketat dan sulit, karena Ekuador sangat kuat dan melakukan serangan yang tiada henti. Para penonton juga memberikan dukungan moril yang sangat berguna untuk tim,” ujarnya.

Meksiko sejauh ini belum pernah kebobolan. Sudah empat laga dijalani Meksiko, kiper Raul Rangel belum memungut bola dari gawangnya. Afrika Selatan, Korea Selatan, Ceko, sampai Ekuador gagal membobolnya.

Aguirre sendiri tidak menerapkan permainan defensif. Aguirre punya pakem 4-3-3 menyerang. Dilansir dari ESPN, Aguirre menitikberatkan lini pertahanan yang tangguh. Itu sudah terlihat bibitnya pada Piala Dunia 2022 lalu.

Pekerjaan empat bek dibentengi oleh tiga gelandang di depan. El Tri bermain rapat di tengah lapangan dan menutup ruang tembak lawan. Meksiko malah sejauh ini total baru dihajar enam kali shots on target dari empat laga. Kombinasi para pemain muda dan senior pun berjalan bagus, disiplin dalam bertahan dan klinis saat menyerang.

Julian Quinones tampil bagus di laga ini. Ia tak cuma mencetak gol dalam laga itu. Dia juga membidani gol Jimenez.

Dengan kontribusi itu, Quinones dinobatkan menjadi penampil terbaik oleh FIFA. Mendapatkan trofi man of the match, pemain berusia 29 tahun itu tak mau tinggi hati.

“Kerja sama tim adalah hal yang paling penting. Anda bisa menonjol sebagai individu, tetapi hal itu hanya mungkin terjadi karena performa hebat tim. Itulah pola pikir kami. Kami harus terus berjuang. Begitulah hidup: Anda berjuang, berjuang dan berjuang sampai mendapatkan apa yang Anda inginkan. Terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung kami dan percaya kepada kami,”  kata Quinones seperti dikabarkan oleh situs FIFA.

Di Piala Dunia 2026, Quinones sudah mencetak 3 gol. Dia juga membantu Meksiko memetik kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan pada laga pertama dan Ceko dengan skor 3-0.

Sementara pelatih Ekuador Sebastian Andres Beccacece tetap bangga dengan perjuangan para pemainnya. Dia menyatakan kekalahan tersebut memang menyakitkan, tetapi tidak menghapus usaha dan komitmen yang telah ditunjukkan skuad berjuluk La Tri sepanjang turnamen. “Terkadang hasil tidak sesuai keinginan, tetapi sikap dan dedikasi tim tidak bisa diragukan,” kata Beccacece dilansir dari laman FIFA.

Pelatih asal Argentina itu juga mengakui Meksiko tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang sehingga layak mengamankan tiket ke babak 16 besar. “Meksiko tampil efektif. Namun pengalaman tampil di Piala Dunia akan menjadi bekal penting bagi para pemain muda Ekuador guna terus berkembang menghadapi kompetisi internasional berikutnya,” tandasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *