Rektor IP Trisakti Fetty Asmaniati.
JAKARTA (LB)—IP Trisakti (Institut Pariwisata Trisakti) menggelar 4th Grand Rendezvous 2026 bertajuk “Konsep Guru Kreatif Abad 21: Belajar dari Alam, Menginspirasi Masa Depan” di Artotel Living World Kota Wisata, Cibubur, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini mempertemukan guru, praktisi pendidikan, pelaku industri, akademisi, hingga mitra internasional dari BHMS Switzerland.
Dalam sambutannya, Rektor IP Trisakti Fetty Asmaniati memberikan pandangannya bahwa perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika dunia kerja menuntut lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, adaptif, kolaboratif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, kata Fetty, peran guru menjadi semakin strategis sebagai fasilitator pembelajaran yang mampu menginspirasi peserta didik untuk berpikir kritis, berinovasi, dan menemukan potensi terbaik dirinya. “Tema yang kita angkat dikegiatan ini mengingatkan kita bahwa alam merupakan ruang belajar yang sangat kaya,” imbuhnya.
Kembali dia menyampaikan pandangannya bahwa alam mengajarkan tentang keseimbangan, ketangguhan, keberlanjutan, kerja sama, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk membentuk karakter generasi masa depan.
Konsep Belajar dari Alam juga sejalan dengan pendekatan pendidikan abad ke21 yang menempatkan pengalaman nyata (experiential learning) sebagai bagian penting dari proses pembelajaran.

Melalui interaksi langsung dengan lingkungan, peserta didik dapat mengembangkan kreativitas, kepemimpinan, kemampuan memecahkan masalah, serta kecerdasan sosial dan emosional yang sangat dibutuhkan di masa depan.
“Kami percaya bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan, dunia industri, praktisi, orang tua, dan masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas. Karena itu, forum seperti Grand Rendezvous ini menjadi ruang yang sangat berharga untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, dan membangun jejaring yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan Indonesia,” ujar Rektor Fetty.
Santi Ambarrukmi, Fungsional Widyaprada Utama Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dalam keynote speech-nya, menyuguhkan materi dengan topik “Guru Hebat Abad ke-21”. Santi mengingatkan bahwa alam adalah laboratorium terbesar yang tersedia secara gratis bagi dunia pendidikan.
“Alam adalah media pembelajaran dan laboratorium terbesar yang pernah ada. Ia menyediakan bahan ajar yang tidak akan pernah habis,” ucapnya.
Menurutnya, guru masa depan tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Mereka harus hadir sepenuh hati dalam kehidupan peserta didik. Anak-anak membutuhkan guru yang percaya pada potensi mereka, memberi ruang untuk mencoba, menghargai proses, dan menjadi teladan.

Lebih lanjut Santi menyampaikan bahwa tugas guru sesungguhnya bukan hanya mengajar untuk hari ini, tetapi menumbuhkan harapan bagi masa depan. Guru yang menginspirasi tidak hanya mengajar untuk hari ini, tetapi memberi harapan untuk masa depan.
Dalam salah satu pernyataan yang paling mengena, Santi mengibaratkan peserta didik sebagai benih yang memiliki karakter berbeda-beda. “Kita tidak bisa memaksa semua benih untuk tumbuh dengan cara yang sama, tetapi kita bisa memberikan ruang agar masing-masing bertumbuh secara maksimal sesuai dengan potensinya,” ujarnya.
Dalam sesi inspiratif, Founder dan CEO Arus Liar sekaligus Direktur PT Lintas Jeram Nusantara Amalia Yunita, menggambarkan besarnya peluang karier yang tersedia di industri pariwisata Indonesia. Menurutnya, industri pariwisata bukan sekadar hotel dan restoran, melainkan mencakup berbagai sektor mulai dari hospitality, gastronomi, wellness, nature and culture tourism, entertainment, attractions, hingga event dan MICE.
Amalia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan wisata paling lengkap di dunia. “Kita memiliki lebih dari 17 ribu pulau, 127 gunung api aktif, pusat keanekaragaman hayati laut dunia, lebih dari 1.300 etnis, dan ribuan desa wisata. Potensi ini membutuhkan ratusan ribu sumber daya manusia yang kompeten untuk mengelolanya,” urainya.
Founder Bravo 360 Adventure Citarik, Cahyo Alkantana pada sesi yang sama mengungkapkan bahwa profesi di sektor pariwisata petualangan kini memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan. Menurut Cahyo, peluang tersebut menunjukkan bahwa industri pariwisata telah berkembang menjadi sektor profesional yang menjanjikan masa depan.
Dalam Grand Rendezvous 2026 ini juga menghadirkan Regional Director BHMS Switzerland Urs Eberhardt dan Faculty Member BHMS Switzerland Roland Schilter yang berbagi pengalaman mengenai pendidikan dan pengembangan talenta global yang dilakukan oleh BHMS. Selain itu juga diadakan penandatanganan MoU antara IP Trisakti dengan Roemah Koeffi Academy. **
