Warga Tasikmalaya Resah Akibat Air Mendadak Hitam, Ribuan Ikan Mati

Ikan-ikan mati dimasukkan ke ember warga usai air kolam di Kampung Sinargalih, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya mendadak menghitam, Minggu (21/6).

TASIKMALAYA (LB)- Warga Kampung Sinargalih, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, kembali dibuat resah setelah air sungai, kolam ikan, hingga sumur warga mendadak menghitam pada Minggu (21/6).

Peristiwa itu memicu kematian ikan secara massal di kawasan yang selama ini dikenal sebagai sentra budidaya ikan milik warga.

Warga setempat, Umar, mengatakan kejadian serupa pernah terjadi pada Oktober 2024. Saat itu, ratusan kolam milik warga terdampak dan dipenuhi bangkai ikan. “Ya kejadian sama seperti 2024. Ikan di kolam kami mati, keadaan air menghitam. Perkiraan warga tercemar dari bak lindi TPA yang sengaja dibuang ke sungai,” ujar Umar.

Sejak pagi, warga terlihat sibuk mengangkat ikan-ikan yang mengambang di permukaan kolam dalam kondisi mati dan mengeluarkan bau menyengat.

Air di sejumlah kolam berubah pekat kehitaman, sementara aliran sungai yang biasa digunakan warga juga tampak tercemar.

Menurut Umar, warga belum memastikan langsung kondisi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir karena masih fokus membersihkan kolam dan mengevakuasi ikan yang mati. “Kami belum lihat langsung ke TPA Ciangir. Warga masih sibuk ngambil ikan-ikan yang mati di kolam,” lanjutnya.

Kondisi tersebut juga berdampak pada kebutuhan air bersih warga. Sebagian masyarakat yang masih mengandalkan air sungai untuk irigasi dan sumur untuk kebutuhan sehari-hari kini terpaksa membeli air galon karena khawatir air telah tercemar.

Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran mengenai pengelolaan air lindi di TPA Ciangir. Pada insiden serupa pada Oktober 2024, Pemerintah Kota Tasikmalaya sempat mengakui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) TPA Ciangir belum memiliki sistem filtrasi yang memadai sejak 2013.

Pasca kejadian tersebut, revitalisasi IPAL TPA Ciangir mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 3,6 miliar hingga Rp 4,3 miliar dari APBD 2025.

Namun, meski konstruksi fisik fasilitas itu disebut telah rampung, IPAL hingga kini belum beroperasi optimal karena terkendala sambungan listrik dan sejumlah mesin yang belum terpasang. Belum optimalnya operasional IPAL kembali menjadi sorotan warga menyusul munculnya dugaan pencemaran air lindi yang berdampak pada lingkungan permukiman dan usaha perikanan masyarakat di kawasan Tamansari. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *