Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin.
TANGSEL (LB)- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan terus mengintegrasikan platform Tangsel ONE sebagai pusat layanan digital bagi masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi melalui satu aplikasi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin mengatakan, transformasi digital yang dijalankan pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan aplikasi, tetapi juga perubahan pola pikir aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Digitalisasi bukan berarti hanya menciptakan aplikasi-aplikasi untuk membantu kita secara administratif, tapi juga bagaimana mindset kita dalam problem solving, dalam melakukan solusi dan memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat,” ujar Asep dalam keterangannya, Jumat (19/6).
Menurut Asep, Tangsel ONE menjadi wujud nyata transformasi digital yang tengah dikembangkan Pemkot Tangsel. Melalui platform tersebut, berbagai layanan yang sebelumnya tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) kini diintegrasikan ke dalam satu sistem sehingga lebih mudah diakses masyarakat.
Ia menjelaskan, masyarakat tidak lagi perlu mengunduh banyak aplikasi untuk mengakses layanan pemerintah. Berbagai layanan administrasi kependudukan telah tersedia dalam Tangsel ONE sehingga pengurusan dokumen dapat dilakukan secara lebih praktis.
Selain itu, layanan kesehatan juga diintegrasikan ke dalam platform tersebut. Warga dapat mendaftar antrean fasilitas kesehatan daerah serta memperoleh informasi terkait layanan medis secara lebih mudah.
Untuk sektor pendidikan, Tangsel ONE juga menyediakan akses terhadap sistem penerimaan peserta didik baru secara daring sehingga masyarakat dapat memantau proses seleksi secara transparan dan real time.
Tak hanya itu, Tangsel ONE turut menghadirkan kanal pengaduan masyarakat yang memungkinkan warga melaporkan berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur, kebersihan, hingga pencemaran lingkungan. Setiap laporan akan diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk segera ditindaklanjuti.
Asep menambahkan, platform tersebut juga diperkuat dengan asisten digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dapat membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai layanan pemerintahan selama 24 jam.
Di sisi lain, Pemkot Tangsel juga terus meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) dalam bidang transformasi digital, termasuk penguatan keamanan siber, tata kelola data, etika pemanfaatan AI, serta integrasi sistem pemerintahan.
Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata, tetapi bergantung pada komitmen dan kapasitas sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Transformasi digital yang berhasil adalah transformasi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di genggaman tangan mereka. Pelayanannya semakin sederhana, terintegrasi, dan berkualitas,” pungkasnya. *
