DKI Optimalkan Pembinaan UKM Lewat Jakpreneur

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo.

JAKARTA (LB)- Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta mengoptimalkan pembinaan usaha kecil dan menengah (UKM) melalui ekosistem Jakarta Enterpreneur (Jakpreneur) agar naik kelas dan terwujud ketahanan ekonomi kota.
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan melalui optimalisasi Jakpreneur, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ingin memastikan dua transformasi besar terjadi pada UKM Jakarta, salah satunya digitalisasi dan standardisasi global.
“UKM Jakarta harus mampu naik kelas. Produk-produk UKM harus memiliki standar kualitas, kemasan dan manajemen yang diakui secara internasional,” kata Ratu dalam siniar bertema “Optimalisasi Pembinaan UKM melalui Ekosistem Jakpreneur” yang dipantau di Jakarta, Kamis (18/6).
Dia menyebutkan transformasi yang juga diinginkan, yakni kemandirian dan ketahanan ekonomi kota.

Untuk itu, dia berharap melalui pendampingan yang terukur, UKM mampu beradaptasi dengan perubahan lansekap ekonomi kota global yang dinamis.
“Melalui sosialisasi, saya meminta kepada seluruh jajaran pembina, pendamping, dan para pelaku UKM untuk mengoptimalkan seluruh fasilitas yang ada di dalam ekosistem Jakpreneur,” ujar Ratu.

Dia pun menekankan UKM berperan krusial untuk mewujudkan target Jakarta menembus peringkat 20 besar dalam jajaran kota global dunia. Menurut dia, UKM merupakan tulang punggung sekaligus penggerak ekonomi Jakarta, sehingga diperlukan cara-cara yang lebih cepat, cerdas, dan terintegrasi dalam pembinaan UKM melalui Jakpreneur.
“Jakpreneur bukan sekadar program biasa, tetapi sebuah ekosistem. Ini semua terintegrasi dengan teknologi digital dengan berkolaborasi antarsektor,” ungkap Ratu.
Hingga 17 Juni 2026, tercatat sebanyak 421.688 anggota Jakpreneur telah bergabung dari total jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta yang mencapai sekitar 1,3 juta.
Dari 421.688 anggota Jakpreneur, sebanyak 300.668 di antaranya memiliki usaha yang terbagi dalam tiga sektor utama, yakni kuliner (73,38 persen), fesyen (8,94 persen), kerajinan (3,40 persen), dan lainnya (14,28) persen. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *