Pemprov DKI Optimalkan Teknologi dan AI Dalam Tata Kelola Kota

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam Indonesia Summit 2026 “The Next Us: Indonesia’s Leap in the Algorithmic Age” di Jakarta Selatan, Kamis (18/6).

JAKARTA (LB)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, data, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam tata kelola kota sebagai bagian transformasi Jakarta menuju kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Data, teknologi digital, dan AI kini menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing bangsa dan kota. Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional punya tanggung jawab menjadi penggerak transformasi ini,” kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Dalam Indonesia Summit 2026 “The Next Us: Indonesia’s Leap in the Algorithmic Age” di Jakarta Selatan, Kamis (18/6), Pramono menyampaikan daya saing kota pada era algoritma tidak lagi hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik.

Kota juga harus mampu menyiapkan talenta, mendorong inovasi, dan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat layanan publik serta efektivitas kebijakan.

“Karena itu, Pemprov DKI terus mendorong Jakarta menjadi kota global yang semakin kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Pramono.

Lebih lanjut, dia menyebutkan posisi Jakarta sebagai kota global terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan Global City Index, peringkat Jakarta naik dari posisi 74 menjadi 71.

Capaian tersebut, kata dia, menjadi pijakan untuk memperkuat daya saing Jakarta menuju target peringkat ke-20 kota global pada 2045.

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan inisiatif Jakarta RISE#20 sebagai kerangka transformasi menuju kota global.

Inisiatif tersebut menjadi acuan agar program pembangunan, inovasi layanan, dan penguatan daya saing Jakarta berjalan lebih terarah.

“Inisiatif ini berfungsi sebagai roadmap untuk memperkuat fondasi pembangunan, mendorong pertumbuhan yang inovatif dan inklusif, serta meningkatkan peran Jakarta di tingkat regional maupun global,” tutur Pramono.

Penerapan teknologi dan AI bertahap

Di sisi lain, Pramono memaparkan penerapan teknologi dilakukan secara bertahap pada sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga, mulai dari mobilitas, layanan publik, pengelolaan data spasial, penguatan ekonomi lokal, hingga tim pengendalian inflasi daerah (TPID).

Selain itu, pemanfaatan teknologi dan AI juga mulai diterapkan dalam tata kelola kota, misalnya melalui Intelligent Traffic Control System, JAKI, Jakarta Satu, digitalisasi pasar tradisional dan UMKM, serta pemanfaatan teknologi oleh TPID untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi Jakarta yang pada Mei 2026 tercatat 2,49 persen secara tahunan.

Dalam bidang mitigasi banjir, Pemprov DKI Jakarta mengoptimalkan pemanfaatan kamera pengawas atau CCTV yang terkoneksi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta.

Sistem tersebut dapat dipantau masyarakat melalui laman resmi www.pantaubanjir.com dan menjadi bagian dari dukungan pengambilan keputusan di lapangan.
“Sistem terintegrasi ini menjadi backbone bagi command center Dinas SDA (Sumber Daya Air) untuk mengambil keputusan cepat dan akurat terkait pengoperasian pintu air serta pompa secara real time, khususnya saat wilayah ibu kota memasuki status siaga musim hujan,” ungkap Pramono.

Tak hanya penguatan teknologi, dia menegaskan transformasi Jakarta juga harus memastikan akses layanan publik yang semakin inklusif.

Dalam sektor transportasi, sambung dia, konektivitas transportasi publik Jakarta saat ini telah mencapai 93 persen dan terus dikembangkan agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, serta kelompok rentan. “Moda seperti MRT dan Transjakarta terus dikembangkan agar ramah terhadap penyandang disabilitas serta lansia,” imbuh Pramono. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *