Wali Kota Bandung, M Farhan.
BANDUNG (LB)- Rencana pengaktifan kembali penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara diharapkan menjadi angin segar bagi sektor pariwisata Bandung. Pemerintah Kota Bandung menilai langkah tersebut berpotensi mendongkrak jumlah wisatawan dan menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
“Kita sedang menunggu pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara yang diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Bandung, Selasa (16/6).
Farhan mengatakan salah satu yang menjanjikan untuk mendongkrak wisata Bandung adalah turis Malaysia. Dia menyebut saat ini wisatawan Malaysia membanjiri Bandung untuk menuju destinasi wisata kuliner.
“Saat ini ada tren yang sangat menarik. Di Malaysia sedang berkembang anggapan bahwa Bandung merupakan salah satu destinasi kuliner terbaik di Asia. Akhirnya wisatawan Malaysia ramai-ramai datang ke Bandung,” kata Farhan.
Selain itu, menguatnya nilai tukar ringgit terhadap rupiah turut mendorong minat turis Malaysia untuk berkunjung ke Bandung. Kondisi itu diyakini membuat biaya wisata ke Bandung oleh turis Malaysia lebih terjangkau.
Untuk mendukung rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Pemkot Bandung juga menyiapkan layanan angkutan umum penunjang guna mempermudah mobilitas penumpang dari dan menuju bandara.
Farhan mengatakan akan segera menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mempersiapkan berbagai kebutuhan operasional, termasuk perbaikan dan pemeliharaan sarana-prasarana penunjang bandara.
“Kami akan segera menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait, terutama mengenai perbaikan dan pemeliharaan sarana-prasarana,” kata dia.
Sebelumnya, Pemkot Bandung menyambut baik rencana Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara sebagai bandara komersial.
Farhan mengatakan Presiden Prabowo dalam kunjungannya ke Kota Bandung telah menginstruksikan percepatan persiapan reaktivasi bandara tersebut.
“Kita sangat menunggu reaktivasi ini, karena bagaimanapun selama ini Bandara Husein bukan ditutup, tetapi aktivitas penerbangan komersialnya sangat terbatas,” katanya.
Menurut dia, Presiden telah menugaskan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Pertahanan untuk melakukan kajian terkait reaktivasi Bandara Husein.
Farhan berharap operasional bandara tersebut dapat kembali mendongkrak arus penumpang seperti pada 2019 ketika jumlah pengguna jasa penerbangan mencapai sekitar 3,8 juta orang, terdiri atas sekitar tiga juta penumpang domestik dan 800 ribu penumpang internasional. *
