Garasi di atas trotoar.
BANDUNG (LB)- Garasi yang berdiri di atas trotoar Jalan Ambon, Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, kini tengah menjadi sorotan. Garasi tersebut ternyata bukan milik pribadi, melainkan digunakan untuk menyimpan motor pengangkut sampah atau Triseda.
Penjelasan ini dipaparkan langsung Ketua RW 06 Kelurahan Citarum, Anne Rahadi. Saat ditemui, perempuan berusia 67 tahun itu menjelaskan alasan di balik berdirinya garasi di atas trotoar Jalan Ambon tersebut.
Dalam wawancaranya, Anne mengakui mobil yang terparkir di garasi itu merupakan miliknya. Namun, ia menyatakan garasi tersebut bukan milik pribadi karena selama ini difungsikan untuk menyimpan motor pengangkut sampah.
“Pertama, saya itu terkejut sekali. Saya tidak tahu apa-apa karena saya dapat berita itu dari warga. Nah, sekarang saya mau menjelaskan. Saya tidak pernah bermaksud membuat bangunan, apalagi di atas trotoar itu apalagi untuk kepentingan pribadi untuk garasi mobil,” katanya, Minggu (14/6).
Anne menjelaskan, pada Sabtu (13/6), rumahnya yang kebetulan digunakan sebagai kafe sedang penuh kendaraan. Lantaran alasan keamanan, ia berinisiatif memindahkan mobil pribadinya ke garasi motor sampah tersebut.
Garasi motor sampah itu dibangun dengan sejumlah pertimbangan. Salah satunya untuk mencegah aksi pencurian, lantaran Anne beberapa kali kehilangan suku cadang motor sampah yang diparkir sembarangan.
“Karena di sini penuh, ada anak saya datang sama teman-temannya, mobil itu keluar. Tapi parkir di luar itu juga kondisinya penuh, makanya sama Linmas saya itu dimasukkan dulu ke dalam garasi itu. Itu saya bangun, itu ke peruntukan untuk menyelamatkan Triseda supaya bisa terawat,” ungkapnya.
“Karena apa? Saya punya pengalaman pribadi. Waktu beberapa tahun yang lalu dikasih Triseda itu hancur-lebur. Karena satu tidak ada perawatan, panas, hujan, kehujanan. Ketika dicolong spare part-nya. Makanya itu bangunan itu saya bangun atas swadaya, saya minta bantuan dari warga untuk menyelamatkan Triseda, untuk menyimpan peralatan apapun yang saya ajukan dari dari kelurahan untuk kepentingan kebersihan lingkungan RW 06 ini,” bebernya menambahkan.
Anne pun meminta maaf jika garasi yang dibangun tersebut menyalahi aturan. Garasi itu rencananya akan dibongkar, namun Anne berharap ada kebijakan lain agar peralatan milik lingkungan RW bisa dipindahkan ke tempat alternatif.
“Jadi mungkin saya minta maaf sebelumnya. Pertama saya minta maaf, saya salah. Orang mau mengatakan saya salah, saya terima,” katanya.
“Kami tidak punya tempat di lingkungan saya untuk punya gudang, punya balai RW pun kita tidak ada tempat. Itu satu-satunya tempat di lingkungan saya. Dan saya itu berharap, mohon pengertiannya dan maklumnya bagaimana itu jangan sampai dibongkar,” pungkasnya. *
