Bank DBS Indonesia Catat Laba Bersih Rp1,72 Triliun

JAKARTA – PT Bank DBS Indonesia  meraih laba bersih sebesar Rp1,72 triliun pada 2025, naik 15,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,49 triliun.

Perseroan mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp6,13 triliun sepanjang 2025, meningkat 2,5 persen dibandingkan Rp5,98 triliun pada 2024, meski tekanan margin di industri perbankan masih berlanjut.

Posisi permodalan perseroan juga tetap kuat dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) sebesar 22,22 persen, jauh di atas ketentuan regulator.

“Kondisi permodalan ini memastikan kemampuan Bank untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik,” ujar Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/6).

Sementara, Bank DBS Indonesia menyalurkan pembiayaan untuk kegiatan usaha berkelanjutan sebesar Rp15,6 triliun pada 2025, meningkat dari Rp14,1 triliun pada tahun sebelumnya. Nilai tersebut setara dengan 19,1 persen dari total portofolio pinjaman bank.

“Dalam menjalankan bisnis, Bank DBS Indonesia tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada dampak positif untuk masa depan. Kami menjaga keseimbangan antara kinerja ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola (ESG) yang terintegrasi dalam setiap keputusan bisnis,” ujar Lim.

Menurut Lim, pencapaian tersebut memperkuat posisi Bank DBS Indonesia dalam pembiayaan berkelanjutan melalui penyaluran dana ke sektor-sektor yang mendukung ekonomi hijau dan inklusif.

Implementasi strategi keberlanjutan Bank DBS Indonesia dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Perbankan Bertanggung Jawab, Praktik Bisnis Bertanggung Jawab, dan Dampak Melampaui Perbankan. Pendekatan tersebut tercermin dalam pengembangan berbagai produk dan layanan berbasis keberlanjutan, termasuk Spark Savings, reksa dana bertema ESG, serta obligasi hijau.

Secara kumulatif, Bank DBS Indonesia telah menyalurkan lebih dari Rp3,8 triliun kepada individu berpenghasilan rendah melalui mitra pembiayaan. Perseroan juga menyalurkan pinjaman modal kerja bergulir senilai Rp70 miliar untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komitmen terhadap inklusi keuangan turut tercermin dari Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang mencapai 6,97 persen, melampaui target internal perusahaan.

Di bidang sosial, berbagai program keberlanjutan Bank DBS Indonesia telah menjangkau lebih dari 141.000 individu rentan di Indonesia. Sejak 2024, perusahaan menyalurkan lebih dari 18,2 juta dolar Singapura untuk mendukung bisnis berdampak dan organisasi nirlaba yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan inklusi keuangan.

Melalui DBS Foundation, perseroan juga mengalokasikan hibah sebesar 850 ribu dolar Singapura kepada lima wirausaha sosial dan Business for Impact (BFI) di Indonesia, yakni DoctorTool, Nazava Water Filters, Parongpong RAW Lab, Sosial Business Indonesia, dan KONEKIN.

Di sektor ketahanan pangan, program FEAST! di Flores, Nusa Tenggara Timur, telah memberdayakan 40 kader desa melalui pelatihan pertanian cerdas iklim, literasi keuangan, gizi keluarga, dan diversifikasi pangan.

Sementara itu, program Food Rescue Warrior bersama FoodCycle Indonesia telah menyalurkan lebih dari 744.500 porsi makanan kepada lebih dari 62.400 penerima manfaat serta menyelamatkan lebih dari 425.600 kilogram limbah makanan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *