Andoni Iraola, Manajer Baru Liverpool.
LIVERPOOL – Andoni Iraola resmi menjadi manajer baru Liverpool. Pria 43 tahun itu berjanji membuat The Reds memeragakan permainan agresif dan intensitas tinggi lagi.
Iraola resmi diumumkan jadi pelatih baru Liverpool pada Jumat (5/6). Ia dikontrak sampai 2028. Sebelumnya, Iraola melatih Bournemouth. The Cherries disulapnya menjadi kuda hitam di Premier League.
Iraola menggantikan posisi Arne Slot yang dipecat manajemen. Pelatih Belanda itu dinilai membuat Virgil van Dijk dan kolega kehilangan gaya permainan heavy metal, yakni pressing ketat dan serangan balik cepat.
Iraola berjanji akan mengembalikan hal itu di Liverpool. Ia menilai pengalamannya di Bournemouth selama tiga tahun sudah membuktikan hal itu.
“Saya rasa saya memiliki keunggulan karena sudah tiga tahun berada di Liga Premier dan orang-orang pasti sudah melihat permainan Bournemouth. Tentu saja ada beberapa hal yang perlu kami ubah dalam melatih Liverpool. Tapi saya tidak ingin kehilangan identitas kami, intensitas, agresivitas, organisasi, hal-hal tertentu yang selalu ingin saya miliki dalam tim saya,” kata Iraola dikutip situs resmi klub.
Ia mengaku perlu beradaptasi dengan tim barunya nanti. “Jelas Anda harus beradaptasi dengan pemain yang Anda miliki dan itu tidak sama, satu klub dengan yang lain. Tetapi ada hal-hal mendasar yang menurut saya juga cukup cocok dengan apa yang telah dilakukan Liverpool selama bertahun-tahun sehingga saya yakin kami bisa membuatnya berhasil,” ujar Iraola.
Iraola tahu betul betapa luar biasanya atmosfer Anfield. Ia pun tak sabar ingin beraksi di depan fans. Dengan skuad yang sudah dipreteli musim panas lalu plus kehilangan Antoine Semenye, Iraola bisa menampilan permainan aktraktif yang dirindukan suporter Liverpool musim ini.
Iraola tahu bahwa suporter Liverpool adalah salah satu yang terbaik di dunia dan punya passion besar kepada tim. Itulah mengapa Iraola tak sabar untuk bisa unjuk gigi di depan para fans.
“Saya ada di tim lawan, saya masih ingat gol (Federico) Chiesa di akhir laga pertama musim ini. Skor 2-2 dan kami berpikir bisa membawa pulang poin. Dia bikin gol dan stadion meledak. Gila bukan?. Saya ingin merasakan itu dari sisi yang lain. Saya rasa Anda butuh sedikit pembuktian diri. Anda harus berusaha keras untuk bisa diterima. Saya ingin melakukan ini secepatnya sehingga saya bisa merayakan bareng mereka dan bisa jadi bagian dari mereka,” ujar Iraola.
Iraola akan mulai bekerja per 1 Juli nanti setelah tiga tahun menangani Bournemouth. Liverpool akan jadi tantangan berat untuk Iraola yang selama ini cuma melatih tim-tim papan tengah seperti Bournemouth, Rayo Vallecano, Mirandes dan AEK Larnaca.
Sebab Liverpool adalah tim besar dengan segudang prestasi dan butuh perbaikan besar setelah hancur lebur di musim 2025/2026, tanpa trofi dan finis posisi kelima.
Bebannya tentu berbeda ketimbang saat Iraola menangani tim-tim sebelumnya. Tapi, setidaknya Iraola menjanjikan akan mengembalikan heavy metal football yang hilang dari Liverpool musim lalu.
Dikutip The Athletic, Liverpool sempat mendekati Iraola pada musim panas 2024 saat dia masih bermain di Athletic Club.
Seperti kebanyakan pemain asli Basque, Iraola sulit meninggalkan Athletic dan akhirnya memilih bertahan. Padahal Liverpool saat itu butuh sosok bek kanan berkualitas dan Iraola masuk dalam daftar incaran.
Iraola akhirnya bertahan sampai 2015 sebelum pindah ke New York City FC dan pensiun setahun kemudian. Iraola punya 510 penampilan dan 38 gol selama memperkuat Athletic.
Lalu seperti apa karakter kepelatihan Iraola?
Pria asal Spanyol itu dinilai mirip Juergen Klopp.
Hal itu diungkap gelandang Bournemouth, Alex Scott, yang dilatih Iraola dalam tiga musim terakhir. Ia memuji pelatih berusia 43 tahun itu.
Scott menyebut, permainan Iraola yang mengandalkan pressing ketat dinilai mirip taktik Klopp. Untuk itu, Liverpool diminta tak perlu khawatir soal kualitas Iraola.
“Dia manajer yang hebat. Lihat saja apa yang telah kami capai sebagai klub dan bagaimana kami berkembang selama tiga musim selama dia bersama kami. Cara kami melakukan tekanan saat tidak menguasai bola sangat agresif, mirip dengan tim-tim Klopp di awal masa jabatannya di Liverpool, agresivitas yang garang dan tekanan yang melibatkan para pemain sayap,” kata Scott, melansir Daily Mail.
Debut Iraola di Anfield adalah saat bertemu AS Monaco pada laga ujicoba awal Agustus. Patut ditunggu seperti apa kiprahnya bersama Liverpool.***
