Dana Operasional Seret, Sejumlah Dapur MBG di Pangandaran Hentikan Layanan

Menu sepiring Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satau sekolah di Jawa Barat..

PANGANDARAN (LB)- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran mulai terdampak persoalan pendanaan operasional.

 Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan sementara distribusi makanan karena dana bantuan operasional belum cair. Dua unit SPPG diketahui telah menghentikan layanan sejak Kamis (4/6), sementara beberapa dapur lainnya terancam mengikuti langkah serupa apabila pencairan dana dari pemerintah pusat tak kunjung dilakukan.

Koordinator SPPG Kabupaten Pangandaran, Gugun Wiguna, mengatakan penghentian operasional dilakukan karena dana yang tersedia di masing-masing SPPG telah habis digunakan untuk menjalankan program.

“Jadi tidak bisa menutup kegiatan di SPPG karena dana yang tersedia sudah habis. Sementara SPPG juga kan tidak diperbolehkan menggunakan dana talang,” ujar Gugun saat dihubungi, Jumat.

Menurut Gugun, dua unit yang telah menghentikan sementara kegiatan adalah SPPG Babakan 4 dan SPPG Pananjung 1. Kedua pengelola telah mengirimkan surat pemberitahuan penghentian operasional sambil menunggu pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN). “Dua SPPG itu sudah bersurat untuk berhenti sementara karena dana belum cair. Nanti kalau dananya sudah cair, mereka bisa beroperasi kembali,” katanya.

Selain itu, SPPG Kedungwuluh juga disebut berada dalam kondisi yang sama dan berpotensi menghentikan layanan dalam waktu dekat. “Kemungkinan SPPG Kedungwuluh juga akan berhenti sementara karena menghadapi kendala pencairan,” ucap Gugun.

Kondisi tersebut dikhawatirkan terjadi di hampir seluruh SPPG di Pangandaran jika dana operasional belum juga diterima.

Beberapa pengelola bahkan mulai menyampaikan informasi penghentian sementara distribusi MBG kepada penerima manfaat melalui grup WhatsApp.

Di Kecamatan Padaherang, misalnya, pengelola SPPG Sindangwangi mengumumkan penghentian sementara distribusi MBG mulai Jumat (5/6) hingga waktu yang belum ditentukan.

“Ya, di kita katanya besok untuk sementara tidak ada pengiriman MBG karena belum ada uang,” ujar Mardiana (32), salah seorang penerima manfaat di Sindangwangi.

Pengelola mitra SPPG Kedungwuluh, Advie, juga menyebut hampir seluruh dapur MBG menghadapi persoalan serupa.

“Hampir semua. Kalau besok tidak cair lagi kemungkinan semua berhenti sementara,” kata Advie.

Penghentian sementara program MBG mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan penerima manfaat, terutama bagi keluarga yang selama ini mengandalkan program tersebut untuk memenuhi kebutuhan makan anak-anak sekolah. Sementara itu, saat ditanya mengenai kemungkinan keterlambatan pencairan dana berkaitan dengan persoalan hukum yang menyeret mantan pejabat di lingkungan BGN, Gugun mengaku tidak mengetahui informasi tersebut. “Kalau itu saya tidak tahu. Itu urusan di pusat,” ujarnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *