Skuad Bertalenta, Spanyol Tak Mau Terlena

Pau Cubarsí dan Lamine Yamal, duo Barcelona dalam Timnas Spanyol.

BARCELONA – Timnas Spanyol jadi salah satu favorit juara di Piala Dunia 2026. Mereka berjuang untuk kembali berjaya seperti pada Piala Dunia 2010.

Usai menjadi juara pada 2010,  di tiga edisi setelahnya, Tim Matador cuma tiga kali menang dari 11 laga. Fase tertinggi yang bisa dicapai hanya babak 16 besar.

Rinciannya, Spanyol cuma sekali menang di Piala Dunia 2014 atas Australia 3-0. Sebelumnya, mereka kalah dari Belanda 1-5 dan Chile 0-2, Tim Matador tersingkir di fase grup.

Di Piala Dunia 2018, Spanyol menang 1-0 atas Iran dan imbang 2-2 atas Spanyol serta 2-2 atas Maroko. Mereka diimbangi tuan rumah Russia 1-1 dan tersingkir lewat adu penalti di babak 16 besar.

Di Piala Dunia 2022, Spanyol menang atas Kosta Rika 7-0 tapi diimbangi Jerman 1-1 dan kalah dari Jepang 1-2. Spanyol disingkirkan Maroko lewat adu penalti setelah skor imbang 0-0.

Kini skuad Spanyol diisi oleh pemain bertalenta. Namun pelatih Luis de la Fuente memilih untuk tidak terlena oleh pujian dan status unggulan yang disandang Timnas Spanyol, melainkan berbicara tentang satu hal yang ia yakini sebagai fondasi terkuat La Roja selama ini.

De la Fuente menegaskan bahwa kekuatan utama Spanyol tidak terletak pada nama-nama bintang yang menghiasi daftar skuad, melainkan pada kualitas kolektif tim secara keseluruhan. Keyakinan itu bukan sekadar retorika, melainkan filosofi yang sudah ia tanamkan sejak pertama kali memegang kendali tim nasional Spanyol dan terbukti menghasilkan buah manis ketika La Roja meraih gelar juara UEFA Euro 2024.

“Bagi saya, kata kuncinya adalah ‘tim’. Itu harus diutamakan di atas bakat individu, yang harus selalu melayani tim. Kolektif harus selalu didahulukan daripada individu. Itulah standar perilaku yang kami harapkan. Ini sangat krusial. Bakat individu saja tidak cukup untuk memenangkan kompetisi besar,” ujar De la Fuente dikutip dari wawancaranya bersama FIFA.

Pernyataan itu terasa semakin bermakna ketika dikaitkan dengan fakta bahwa skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026 tampil tanpa satu pun pemain dari Real Madrid, sebuah keputusan yang memantik perdebatan namun sekaligus mencerminkan komitmen De la Fuente untuk menghapus loyalitas klub dari dalam ruang ganti timnas.  “Di sini tidak ada pemain klub, yang ada hanya pemain timnas. Cara berpikirnya berbeda,” tegasnya.

Salah satu pemeian  Spanyol Pau Cubarsi menilai  timnya bukan favorit di akbar itu nanti. Meski begitu, ia yakin Tim Matador punya kapasitas untuk melaju jauh di ajang tersebut.

De la Fuente juga jadi sosok yang memberikan debut untuk Cubarsi di Timnas Spanyol. Ia bikin debut dengan Tim Matador di usia 17 tahun pada 2024. Ia telah mencatatkan 11 caps untuk tim senior Spanyol.

“Saya akan melompat dengan tenang, menjadi diri saya sendiri dan akan menikmatinya. Saya menyadari telah melalui banyak hal untuk sampai di sana,” ujar Cubarsi dikutip dari Sport.

Ada hal yang menarik, menurut simulasi supercomputer Opta, Timnas Spanyol menjadi favorit kuat mengangkat trofi di ajang tersebut musim panas ini.
Perusahaan statistik olahraga Opta menjalankan simulasi turnamen sebanyak 10.000 kali menggunakan supercomputer mereka untuk memprediksi peluang setiap negara di Piala Dunia 2026.

Hasilnya, Spanyol muncul sebagai tim dengan peluang terbesar menjadi juara dalam pesta sepakbola yang musim panas ini digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Di ajang ini, Timnas Spanyol masuk Grup H bersama Cape Verde, Arab Saudi, dan Uruguay.

Berikut daftar skuad Spanyol. Kiper:  Unai Simón (Athletic Bilbao),  David Raya (Arsenal) dan  Joan Garcia (Barcelona). Bek: Aymeric Laporte (Athletic Bilbao/Spanyol),  Marc Cucurella (Chelsea), Marcos Llorente (Atlético Madrid), Eric García (Barcelona), Pedro Porro (Tottenham Hotspur), Álex Grimaldo (Bayer Leverkusen),  Pau Cubarsí (Barcelona) dan   Marc Pubill (Atlético Madrid).

Gelandang: Rodri (Manchester City),  Dani Olmo (Barcelona),  Mikel Merino (Arsenal), Fabián Ruiz (Paris Saint-Germain), Pedri (Barcelona),  Gavi (Barcelona), Martín Zubimendi (Arsenal) dan Álex Baena (Atlético Madrid). Penyerang: Ferran Torres (Barcelona), Mikel Oyarzabal (Real Sociedad), Nico Williams (Athletic Bilbao),  Lamine Yamal (Barcelona), Yéremy Pino (Crystal Palace), Borja Iglesias (Celta Vigo) dan Víctor Muñoz (Osasuna).***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *