Penemuan Stupa di Boyolali Diduga Peninggalan Periode Klasik Hindu-Buddha

Petugas Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah meninjau benda diduga cagar budaya yang ditemukan warga di Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (29/5).

BOYOLALI (LB)- Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah meninjau temuan benda diduga cagar budaya di Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (29/5).

Ada empat titik lokasi tinjauan benda diduga cagar budaya tersebut. Pertama, di lokasi pekarangan milik warga bernama Sopan Prasetyo yakni berupa prasada dan stupa.

Kemudian di kebun pekaran warga tak jauh dari lokasi pertama berupa prasada. Kemudian ketiga di pemakaman umum berupa stupa, dan lokasi terakhir di lokasi obyek wisata air berupa batuan candi.

Pamong Budaya Ahli Muda Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Wardiyah, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil peninjau benda diduga cagar budaya di beberapa lokasi tersebut saling berkaitan.

Adapun untuk temuan benda diduga cagar budaya di pekarangan milik Sopan adalah stupa. Benda tersebut dahulunya digunakan sebagai peribadatan. “Obyek yang dilaporkan itu bisa nyatakan memang adalah stupa,” kata Wardiyah di lokasi temuan benda diduga cagar budaya di Desa Nepen, Teras, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (29/5).

Menurut dia ada beberapa bagian pada stupa. Bagian bawah ada prasada, andah, harmika, dan yasthi. “Yang tadi kami temukan di Indonesia kenalnya ada prasada, andah, harmika, dan yashti. Tadi yang kita temukan karena belum melihat langsung ya, informasi dari pelapor atau penemu bahwa itu satu kesatuan. Karena jaraknya tidak terlalu jauh hanya 50 sentimeter,” ungkap dia.

Meski demikian imbuhnya, masih ada kejadian lebih lanjut untuk memastikan temuan benda diduga cagar budaya tersebut adalah satu kesatuan. “Karena kita belum menemukan posisinya lebih stabil,” imbuh dia.

“Tapi kalau lihat dari ornamennya ternyata di sekitar desa ini kita sudah menemukan lima obyek yang sama, stupa. Walaupun baru ada diwakili hanya bentuk prasada yang lingkaran bawah itu. Terus yang utuh sampai harmika itu kita temukan dua. Jadi yang ditemukan yang terakhir sama yang dekat sungai makam tadi,” tambahnya.

Diperkirakan benda diduga cagar budaya tersebut adalah peninggalan periode klasik Hindu-Buddha. “Kalau dari kemungkinan daerah sini ya kita bisa perkirakan periode klasik Hindu-Buddha. Dan itu jelas latar belakangnya agama Buddha,” ungkap Wardiyah.

Sebelumnya, benda diduga peninggalan sejarah ditemukan di Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Benda itu berupa stupa candi dengan tinggi 1,25 meter dan diameter 1,30 meter. Warga Desa Nepen penemu stupa candi, Sopan, mengatakan benda bersejarah itu ditemukan saat dirinya akan membuka akses jalan untuk pembuatan kandang sapi, Kamis (14/5). *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *